
[Kanal Media Unpad] Pelaksanaan Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Jalur Mandiri skema Ujian dan nilai Rapor 2026 berlangsung lancar. Tahun ini, Universitas Padjadjaran menerapkan teknologi baru berupa sistem pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses verifikasi peserta dan menjaga integritas pelaksanaan ujian. Sebanyak 6.966 peserta mengikuti seleksi yang dilaksanakan secara daring pada Rabu 10 Juni 2026.
“Pelaksanaan tahun ini berjalan lancar, terutama dengan dukungan aplikasi baru. Tahun ini kami menerapkan teknologi AI untuk pengenalan wajah, mulai dari tahap pendaftaran hingga pelaksanaan seleksi. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, prosesnya menjadi lebih cepat dan efisien,” ujar Kepala Kantor SMUP Unpad, Prof. Ir. Anas, M.Sc., PhD.
Pelaksanaan SMUP dengan skema ujian daring tahun ini menunjukkan keunggulan sistem ujian. Selain memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia maupun luar negeri, sistem ini juga didukung teknologi yang mendeteksi lokasi peserta secara real time. Panitia dapat mengidentifikasi peserta yang mengikuti ujian dari dua kota berbeda di Malaysia serta menemukan sejumlah peserta yang terdeteksi mengerjakan ujian bersama di satu lokasi, sehingga integritas pelaksanaan seleksi tetap terjaga.
“Kami meningkatkan semuanya, baik komputer ataupun server, sesuai dengan keperluan sekarang. Ke depan, akan menjadi standar dalam pelaksanaan ujian daring yang terus kita kembangkan,” kata Prof. Anas.
Di sisi lain, sistem ujian daring ini juga memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti ujian secara lebih fleksibel, sejalan dengan komitmen Unpad dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif. Tahun ini, terdapat enam peserta penyandang disabilitas. Dua di antaranya, yaitu peserta dengan hambatan penglihatan dan disabilitas intelektual, mengikuti ujian di ruang Assistive Learning Hub (ALH), Gedung Grha Kandaga, Perpustakaan Pusat, Unpad Kampus Jatinangor.
“Bagi para peserta yang mengikuti ujian, mudah-mudahan pelaksanaan kali ini dapat berlangsung lebih tenang karena tidak banyak terganggu oleh interupsi yang tidak penting. Dengan demikian, mereka dapat mengerjakan ujian dengan baik, memperoleh hasil yang maksimal, dan diterima di program studi yang memang menjadi harapannya,” harap Prof. Anas.* (R01)





The post Inklusif dan Berbasis Teknologi, SMUP 2026 Fasilitasi Peserta dari Berbagai Wilayah dan Kondisi appeared first on Universitas Padjadjaran.
