Unpad dan Pertamina Hulu Energi Dorong Produktivitas Padi Berkelanjutan melalui Panen Raya di Indramayu

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran, melalui dua fakultasnya yaitu Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) dan Fakultas Pertanian, bersama Pertamina Hulu Energi (PHE) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan panen raya padi yang dilaksanakan di Desa Jatisura, Indramayu, pada Selasa 28 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan penyusunan master plan, pengembangan demplot lahan padi berkelanjutan, serta capacity building yang melibatkan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemangku kepentingan daerah. Momentum panen raya menjadi ajang penting untuk melihat langsung hasil implementasi berbagai inovasi budidaya padi yang telah diterapkan di lapangan.

Pada kegiatan ini, FTIP diwakili oleh Wakil Dekan II Bidang Sumber Daya dan Organisasi, Dr. Dwi Rustam, S.Si., M.T., didampingi Robi Andoyo, S.TP., M.Sc., Ph.D. Sementara itu, dari Fakultas Pertanian hadir Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset, Prof. Yusup Hidayat, S.P., M.Phil., Ph.D., bersama Dr. Agr. Mochamad Arief Soleh, S.P., M.Agr.Sc. dan Dr. Eso Solihin, S.P., M.P.

Panen dilakukan pada petak uji berukuran 5 x 5 meter dengan tiga varietas padi, yaitu Inpari, Kebo, dan Cibatu. Hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan produktivitas yang cukup signifikan antarvarietas. Varietas Kebo menjadi yang paling menonjol dengan total hasil 176,5 kg dan rata-rata 17,65 kg per petak, setara sekitar 7,06 ton per hektare. Varietas Cibatu menyusul dengan total 162,5 kg dan rata-rata 16,25 kg per petak (6,5 ton/ha), sedangkan varietas Inpari menghasilkan total 118 kg dengan rata-rata 11,8 kg per petak atau sekitar 4,72 ton per hektare.

Selain perbandingan varietas, kegiatan ini juga mengkaji dua pendekatan budidaya, yakni metode konvensional yang biasa diterapkan petani dan metode pengelolaan yang dikembangkan oleh tim pendamping. Pada petak dengan metode petani (petak 1–5), varietas Kebo menghasilkan rata-rata 16,4 kg per petak (6,56 ton/ha), Cibatu 15 kg (6 ton/ha), dan Inpari 12,5 kg (5 ton/ha).

Sementara itu, pada petak dengan perlakuan pengembangan (petak 6–10), hasil yang diperoleh cenderung lebih tinggi. Varietas Kebo mencapai rata-rata 18,2 kg per petak (7,28 ton/ha), Cibatu 17,5 kg (7 ton/ha), dan Inpari 11,1 kg per petak (4,44 ton/ha). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode budidaya yang lebih optimal mampu meningkatkan produktivitas hasil panen, terutama pada varietas unggulan.

Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa peningkatan hasil produksi padi tidak selalu memerlukan pendekatan yang kompleks. Pemilihan varietas yang tepat, seperti Kebo dan Cibatu, serta penerapan teknik budidaya yang lebih terarah dan efisien, terbukti mampu memberikan hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Panen raya ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi peningkatan produktivitas pertanian nasional. Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.* (Rilis oleh: Dani Wahdani/FTIP Unpad)

Sumber: https://ftip.unpad.ac.id/ftip-unpad-dan-pertamina-hulu-energi-dorong-produktivitas-padi-berkelanjutan-melalui-panen-raya-di-indramayu/

The post Unpad dan Pertamina Hulu Energi Dorong Produktivitas Padi Berkelanjutan melalui Panen Raya di Indramayu appeared first on Universitas Padjadjaran.