Kampus Harus Jadi Sumber Solusi Nyata bagi Bangsa

[Kanal Media Unpad] Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Brian Yuliarto menegaskan pentingnya memperkuat partisipasi seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan pendidikan bermutu yang inklusif dan berdampak bagi semua. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Brian dalam pidato yang disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di halaman Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Senin, 4 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Mendiktisaintek menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama peradaban bangsa. Di tengah berbagai tantangan global, pendidikan dinilai tetap menjadi solusi paling strategis. Lebih lanjut, tema Hardiknas tahun ini, yaitu “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” juga selaras dengan arah pembangunan nasional serta visi pendidikan tinggi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Transformasi pendidikan tinggi di Indonesia bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu perluasan akses pendidikan yang inklusif melalui berbagai program bantuan dan beasiswa, penguatan kolaborasi yang mampu melahirkan solusi nyata bagi masyarakat, penguatan riset yang berdampak nyata melalui inovasi yang dapat dihilirisasi menjadi solusi konkret di berbagai sektor strategis.

“Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tetapi juga harus menjadi sumber solusi nyata bagi bangsa. Riset Indonesia juga harus melahirkan inovasi, industri, dan solusi yang memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Brian.

Di atas seluruh agenda tersebut, Mendiktisaintek juga menekankan cita-cita besar Indonesia untuk menjadi bangsa pencipta ilmu pengetahuan. Melalui inisiatif Indonesia Road to Nobel Laureate 2045, pemerintah berupaya membangun ekosistem sains yang mampu melahirkan ilmuwan kelas dunia. Dalam hal ini, keberhasilan transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, industri, hingga generasi muda yang memiliki peran penting sebagai arsitek masa depan bangsa.

“Mari bergandengan tangan, menguatkan partisipasi semesta, menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi semua,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, dilakukan juga penyerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya, sebuah tanda kehormatan dari Presiden RI kepada pada PNS yang menunjukkan kesetiaan dan dedikasi selama 10, 20, dan 30 tahun pengabdian. Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Rektor 68 penerima Satyalancana Karya Satya 10 tahun, 4 penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun, dan 10 penerima Satyalancana Karya Satya 30 tahun.

Pada upacara tersebut, bertindak sebagai pembaca naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Riset Fakultas Hukum Unpad, Imam Mulyana, S.H., M.H., Ph.D., serta pembaca doa oleh Direktur Pemasaran Direktur Pemasaran Unpad Syauqy Lukman, S.Sos., M.S.M, Ph.D.* (R02)

The post Kampus Harus Jadi Sumber Solusi Nyata bagi Bangsa appeared first on Universitas Padjadjaran.