
[Kanal Media Unpad] Bioekonomi global diproyeksikan mencapai US$4,8 triliun pada 2030, namun kontribusi ASEAN masih di bawah 8 persen, sementara komunitas lokal hanya memperoleh kurang dari 5 persen nilai akhir produk. Kondisi ini mendorong penerapan pendekatan Humanity-Centered Design (HCD++) untuk mewujudkan bioekonomi yang lebih berkeadilan di Indonesia.
Demikian disampaikan oleh Dr. Dwi Purnomo, STP., M.T., pendiri The Local Enablers (TLE) & Design Thinking Academy (DTA) sekaligus dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad, ketika memberikan pemaparan berjudul “HCD++ (Humanity-Centered Design in Bio-Economy): From Research Excellence to Societal Impact dalam kegiatan Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) Mini Workshop on Bioeconomy yang dilaksanakan di eL Hotel Bandung pada Kamis, 9 April 2026.
“HCD++ mengorganisasikan ruang desain ke dalam lima dimensi yang saling terhubung, masing-masing sebagai sudut pandang, bukan sekadar daftar periksa. Di bagian inti terdapat planet, manusia, produk, dan profit, yang disatukan oleh proses desain yang terintegrasi,” ujE Dwi.
HCD++ mengusung lima dimensi utama, yakni keadilan sosial, kesejahteraan holistik, sirkularitas, bioinspirasi, dan pemikiran sistem. Pendekatan ini juga melibatkan berbagai sektor melalui kelompok kerja, mulai dari sumber daya terbarukan, produksi berkelanjutan, inovasi teknologi, hingga kebijakan strategis.
“Dalam bioekonomi, setiap dimensi menjadi kriteria evaluasi yang ketat, bukan sekadar pernyataan nilai, melainkan batasan desain yang menentukan apakah suatu inovasi layak untuk dikembangkan dan diperluas.
Melalui pendekatan HCD++, para peneliti dan pemangku kepentingan didorong tidak hanya menciptakan inovasi, tetapi juga merancang sistem yang memastikan manfaatnya dirasakan secara adil oleh masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara keunggulan riset dan dampak nyata, sekaligus mendorong terwujudnya bioekonomi Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Workshop yang berlangsung pada Senin-Jumat, 6-10 April 2026 ini diselenggarakan oleh Unpad sebagai tuan rumah dan IPB University sebagai pengusul proyek, serta menghadirkan perwakilan DAAD, Dr. Guido Schnieders. Kegiatan ini turut menampilkan pembicara kunci Prof. Oliver Gailing dan Prof. Dirk Hölscher dari University of Göttingen yang memaparkan perkembangan bioekonomi di Jerman, khususnya dalam bidang genetika hutan dan ekologi, serta perspektif kebijakan bioekonomi di Indonesia oleh Prof. Heri Kuswanto.* (R01)
The post Wujudkan Bioekonomi Berkeadilan Melalui Pendekatan Humanity-Centered Design appeared first on Universitas Padjadjaran.
