






[Kanal Media Unpad] Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRHPM) Universitas Padjadjaran kembali menyelenggarakan Unpad Innovation Seminar (UIS) sebagai ruang berbagi wawasan, penguatan jejaring, serta pengembangan ekosistem inovasi dan bisnis di lingkungan kampus. Kegiatan yang digelar di Gedung Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Unpad pada pertenggan Februari 2026 ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi untuk mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Pada penyelenggaraan kali ini, UIS mengangkat tema “Human-Centered Innovation for Social Transformation, Community, and Policy Impact”. Tema tersebut menekankan pentingnya pendekatan inovasi yang berpusat pada manusia dalam menjawab berbagai persoalan sosial sekaligus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat serta pengembangan kebijakan.
Narasumber pertama, Dr. Dwi Purnomo, S.TP., M.T., memaparkan materi bertajuk “Design Thinking dalam Ekosistem Kolaboratif: Praktik Inovasi Sosial Lintas Kampus dan Sektor Strategis.” Dalam pemaparannya, Dr. Dwi menjelaskan bahwa berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini merupakan persoalan kompleks yang memerlukan pendekatan kolaboratif dari berbagai pihak. Oleh karena itu, metode design thinking dinilai menjadi pendekatan yang relevan dalam merancang solusi inovatif yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa design thinking tidak hanya menjadi metode perancangan solusi, tetapi juga kerangka kerja yang memungkinkan kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan strategis. Melalui tahapan-tahapan seperti memahami permasalahan, merumuskan ide, hingga pengujian solusi, pendekatan ini dapat menghasilkan inovasi sosial yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dr. Dwi juga menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaboratif yang memungkinkan berbagai aktor terlibat dalam proses penciptaan solusi bagi permasalahan sosial.
Sementara itu, narasumber kedua, Kirdi Putra, membawakan materi bertajuk “Entrepreneurship for Social Impact: Collaborative Innovation and Sustainable Value Creation”. Dalam sesi tersebut, Kirdi menyoroti pentingnya kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, konsep kewirausahaan berdampak sosial membuka peluang bagi para inovator untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sosial sebagai ruang penciptaan nilai baru. Melalui kolaborasi antara akademisi, komunitas, industri, dan pemerintah, inovasi yang dihasilkan tidak hanya menciptakan produk atau layanan baru, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya strategi penciptaan shared value, yaitu nilai bersama yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekaligus para pemangku kepentingan yang terlibat.
Kirdi turut menyoroti pentingnya pengukuran dampak sosial sebagai bagian dari keberlanjutan inovasi. Dengan pengukuran yang tepat, berbagai inisiatif inovasi sosial dapat terus dikembangkan serta direplikasi oleh akademisi, inventor, maupun penggerak inovasi di berbagai sektor.
Melalui kegiatan Unpad Innovation Seminar, Universitas Padjadjaran terus berupaya memperkuat ekosistem inovasi yang mendorong kolaborasi lintas disiplin dan sektor. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi sivitas akademika, inventor, serta para pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengalaman dan gagasan dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, Universitas Padjadjaran berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya berbagai solusi inovatif yang berkontribusi terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan kebijakan publik di Indonesia.* (Rilis oleh: KST Unpad/R02)



The post Tantangan Mencari Solusi Inovatif untuk Kebutuhan Nyata Masyarakat appeared first on Universitas Padjadjaran.
