






[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Nuraa Women’s Institute sepakat mengembangkan Women Small and Medium Enterprises (SMEs) Unpad – Nuraa Center. Perjanjian Kerja Sama terkait hal tersebut ditandatangani di Kantor Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.
Perjanjian Kerja Sama tentang Pengembangan Women Small and Medium Enterprises (SMEs) Unpad – Nuraa Center untuk Penguatan Ekonomi Perempuan dan Dukungan Terhadap Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) itu ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Maliki, ST., MSIE., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, dan Presiden Nuraa Women’s Institute, Dr. Nurhayati Ali Assegaf. Turut hadir menyaksikan Menteri PPN/Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, Wakil Menteri PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dan Direktur SDGs Center Unpad, Prof. Zuzy Anna.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan ke bappenas untuk ikut serta melahirkan entrepreneur baru yang lahir dari pendidikan dan pelatihan dengan wawasan global. Ini akan menjadi sejarah baru kebangkitan entrepreneur perempuan Indonesia,” ujar Menteri PPN/Bappenas.
Sementara Rektor Unpad mengatakan, merasa terhormat dipercaya menjalin kolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Nuraa Women’s Institute untuk turut memajukan usaha kecil dan menengah khususnya yang dikelola oleh pelaku usaha perempuan.
“Bappenas memiliki peran strategis sebagai arsitek pembangunan nasional yang merumuskan arah pembangunan. Unpad siap mendukung Bappenas dalam menjalankan misi tersebut. Kami pun menyambut amanah ini dengan komitmen untuk menjalankan program sebaik-baiknya,” ujar Rektor Unpad.
Sementara Presiden Nuraa Women’s Institute memaparkan, pelaku usaha perempuan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan akses terhadap peningkatan kapasitas usaha, pemanfaatan teknologi digital, akses pembiayaan serta perluasan jaringan pasar.
“Upaya pemberdayaan perempuan memerlukan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan yang lebih kuat,” ujar Dr. Nurhayati.
Oleh karena itu, Dr. Nurhayati memandang kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas, Unpad, dan Nuraa Women’s Institute melalui Pengembangan Women Small and Medium Enterprises (SMEs) Unpad – Nuraa Center merupakan sebuah Langkah strategis. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai sumberdaya dan keahlian untuk mendukung pengembangan kapasitas pelaku usaha perempuan.
“Semoga kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat pemberdayaan perempuan serta mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih kondusif dan berkelanjutan,” ujar Dr. Nurhayati.*



The post Unpad, Bappenas, dan Nuraa Women’s Institute Bangun Unpad-Nuraa Center untuk Penguatan Ekonomi Perempuan appeared first on Universitas Padjadjaran.
