






[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari upaya memperkuat peran dan pengelolaan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN), Unpad menjadi tuan rumah kegiatan Workshop Revitalisasi RSPTN yang merupakan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan Asosiasi RSPTN. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Koeswadji Universitas Padjadjaran, Jln. Prof. Eyckman No. 38, Pasteur, Kota Bandung serta Unpad Kampus Jatinangor pada 10-11 Maret 2026.
“Ketika kita berbicara tentang revitalisasi ini, ada misi besar dan visi besar mengenai bagaimana kita bisa bersama-sama maju. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjadikan RSPTN sebagai mitra strategis untuk berkolaborasi dalam mendukung sistem kesehatan akademik sehingga berstandar internasional,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Med. Setiawan, dr. dalam sambutannya.
Prof. Setiawan menjelaskan bahwa revitalisasi rumah sakit perguruan tinggi tidak hanya menuntut komitmen masing-masing institusi, tetapi juga kolaborasi antarperguruan tinggi untuk bersama-sama mengakselerasi berbagai tantangan. RSPTN juga perlu menetapkan keunggulan dan kekhasan yang dimiliki, mengingat keterbatasan sumber daya yang ada.
“Perspektif atau paradigma berpikir kita adalah sistem kesehatan akademik. Kita tidak bisa bekerja sendirian dan sistem pendidikan tidak bisa berjalan secara silo (bekerja terpisah, minim kolaborasi –red.). Pada hakikatnya, apa yang kita lakukan di pendidikan pada akhirnya harus mendukung penguatan sistem kesehatan,” ujar Prof. Setiawan yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran RSPTN di tengah meningkatnya dinamika dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Melalui forum ini, diharapkan tercipta pertukaran gagasan yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan rumah sakit pendidikan di Indonesia.
“Ini menjadi salah satu dasar bagi kita untuk merapatkan barisan dan memperkuat komitmen dalam memposisikan rumah sakit pendidikan sebagai bagian penting dari sistem pendidikan kesehatan,” ujar Prof. Arief.
Pada hari pertama, dilaksanakan sesi Meet the Leaders yang menghadirkan narasumber sejumlah rektor perguruan tinggi pemilik RSPTN, yaitu Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Udayana, dan Universitas Syiah Kuala serta dimoderatori oleh Prof. Tri Hanggono Achmad (Tenaga Ahli Menteri Kemediktisaintek yang juga Rektor Unpad periode 2015-2019) dan Prof. T. Basaruddin (Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek). Selain itu digelar juga sesi in-depth understanding yang membahas penguatan konsep sistem kesehatan akademik, tata kelola dan kepemimpinan RSPTN, serta transformasi layanan unggulan menuju rumah sakit akademik berstandar internasional.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi workshop yang dibagi ke dalam tiga klaster diskusi. Setiap klaster menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (ARSPTN), yaitu Eric Daniel Tenda bersama Afif Nurul Hidayati, T Basaruddin bersama Tajrin, serta Tri Hanggono Achmad bersama Kosterman.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi pemilik RSPTN dalam mengembangkan rumah sakit pendidikan yang unggul. Dengan sinergi berbagai pihak, RSPTN diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pendidikan kedokteran sekaligus penguatan sistem kesehatan nasional.* (R01)












(Foto-foto oleh: Humas FK Unpad dan Jalasenastri Saprala)
The post Ditjen Dikti dan Asosiasi RSPTN Gelar Workshop Revitalisasi untuk Dorong Penguatan Peran Rumah Sakit PTN appeared first on Universitas Padjadjaran.
