Unpad Gelar Workshop Pembelajaran Partisipatif untuk Dukung Peningkatan Kualitas Lulusan

[Kanal Media Unpad] Era ruang kelas pasif di mana mahasiswa hanya menjadi pendengar setia telah berakhir. Menyadari urgensi ini, Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Direktorat Akademik menggelar “Workshop Pembelajaran Partisipatif” bagi para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan perwakilan dosen di Aula Keperawatan, Jatinangor, Kamis 12 Februari 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan upaya mendesak untuk mengubah wajah pendidikan di Unpad. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem student-centered learning di mana mahasiswa terlibat aktif dalam mengonstruksi pengetahuan, bukan sekadar menimbun informasi.

Agenda ini dipandu secara tajam oleh Hari Setyowibowo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog. Mas Hari, begitu sapaan akrabnya,  membedah secara mendalam berbagai aspek krusial dalam menciptakan kelas yang hidup Dalam sesi fasilitasinya, mulai dari identifikasi faktor pendukung dan penghambat interaksi, pemilihan metode pengajaran yang tepat, hingga mekanisme evaluasi yang objektif untuk mengukur partisipasi mahasiswa.

Untuk memastikan teori dapat langsung diimplementasikan, tim fasilitator yang terdiri dari dosen berbagai prodi dan fakultas mendampingi peserta dalam sesi simulasi intensif. Para Kaprodi ditantang untuk merombak strategi pengajaran lama menjadi desain instruksional yang lebih dinamis dan inklusif.

Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran (PIPP), Dr. Intan Nurma Yulita, S.T., M.T., memaparkan materi mengenai landasan kebijakan dan urgensi kelas partisipatif yang berkaitan erat dengan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 7. Beliau menjelaskan bahwa IKU 7, yang berfokus pada kelas yang kolaboratif dan partisipatif, merupakan indikator krusial dalam menilai kualitas proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Dalam paparannya, Dr. Intan menegaskan bahwa transformasi ini merupakan mandat institusi untuk memastikan mahasiswa tidak lagi menjadi objek pasif, melainkan mitra aktif dalam pembelajaran. Implementasi metode partisipatif menjadi kunci agar lulusan Unpad memiliki daya saing yang selaras dengan standar mutu nasional dan global.

“Pencapaian IKU 7 bukan sekadar target angka, melainkan cerminan dari kualitas interaksi akademik kita. Melalui kelas yang partisipatif, kita membangun fondasi bagi mahasiswa untuk berkembang menjadi individu yang kritis dan solutif,” tegas Dr. Intan dalam sesi penguatan kebijakan tersebut.

Lebih dari sekadar workshop, acara ini menjadi ajang silaturahim dan sharing praktik baik antarprodi. Diskusi lintas disiplin ini membuka wawasan baru mengenai tantangan pengelolaan kelas yang beragam di tiap fakultas. Dengan penguatan metode partisipatif ini, Unpad optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis yang matang untuk menjawab tantangan masa depan.* (Rilis oleh: PIPP Unpad)

The post Unpad Gelar Workshop Pembelajaran Partisipatif untuk Dukung Peningkatan Kualitas Lulusan appeared first on Universitas Padjadjaran.