
[Kanal Media Unpad] Mohammed Adel Mohammed Al-faqeeh datang dari Yaman ke Indonesia pada tahun 2022 untuk kuliah Magister (S2) Farmasi Klinik di Universitas Padjadjaran dengan dukungan beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Pada akhirnya, ia kembali ke Yaman dengan membawa gelar Doktor (S3) Farmasi setelah mendapat beasiswa lanjutan dari Unpad. Al-faqeeh terpilih menjadi Wisudawan Terbaik Program Doktor pada Wisuda Unpad Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad Bandung pada Rabu (5/8).
“Saya lulusan S1 Farmasi dari Sana’a University Yaman. Saat mengetahui ada penawaran beasiswa KNB, saya mendaftarkan diri dengan memilih dua universitas di Indonesia yang memiliki program studi Farmasi Klinik. Pilihan utamanya Universitas Padjadjaran karena dari informasi yang saya baca, kuliahnya lebih banyak praktik,” ujar Al-faqeeh saat diwawancarai Kanal Media Unpad di Bandung, usai mengikuti upacara wisuda pada Rabu (5/8).
Setelah dinyatakan lulus seleksi dan memperoleh beasiswa KNB untuk studi Magister di Unpad, Al-faqeeh mengikuti terlebih dahulu kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) secara daring karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Kemampuannya berbahasa Indonesia semakin lancar saat mulai kuliah Magister.
“Farmasi Klinik itu kan harus kuliah di Rumah Sakit. Nah selama itu saya praktik di RS Hasan Sadikin setiap hari dari pagi sampai sore harus berinteraksi dengan pasien, dokter, dan semua yang ada di RS. Akhirnya, karena sering berinteraksi dengan native speaker, saya jadi bisa lebih lancar menggunakan Bahasa Indonesia, dan juga sedikit Bahasa Sunda,” ujar anak pertama dari 6 bersaudara ini.
Kuliah Magister diselesaikannya dalam waktu 3 semester, dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Selesai kuliah Magister, Al-faqeeh mengikuti seleksi Beasiswa Program Doktor Padjadjaran (BPDP) dari Universitas Padjadjaran dan berhasil lulus seleksi. Kuliah Doktor pun diselesaikan dalam waktu relatif cepat dengan IPK 3,89. Total waktu yang dibutuhkannya untuk menyelesaikan studi S2 dan S3 hanya kurang lebih 3,5 tahun.
“Saya tidak ikut program fast track, tapi timeline yang ditempuh seperti fast track,” ujarnya.
Selama kuliah di Unpad, Al-faqeeh mengaku merasa betah, dan seperti tidak tinggal di negara asing. Ia merasa, lingkungannya sangat ramah sehingga ia bisa mengenal banyak orang, baik itu dosen maupun mahasiswa lain. Kualitas pengajaran dan fasilitas yang tersedia juga diakuinya sangat baik. Belasan artikel ilmiahnya mampu menembus jurnal ilmiah bereputasi internasional Scopus Q1 dan Scopus Q2.
“Unpad itu more than what I expected. Jadi, terima kasih Unpad. Fakultas Farmasi apalagi, lingkungannya sudah seperti keluarga sendiri. Jika ada masalah, semuanya bisa dibantu. Satu contoh saja terkait publikasi ilmiah. Teman-teman saya dari Yaman yang kuliah di tempat lain, mereka menghadapi kendala saat akan publikasi karya ilmiah. Salah satu alasannya karena biaya,” ujar Al-faqeeh yang telah memiliki seorang anak berusia 5 tahun. Istrinya juga seorang apoteker di Yaman.
Al-faqeeh mengaku dirinya belum pernah menerbitkan karya di jurnal ilmiah sebelum kuliah di Unpad. Di Fakultas Farmasi Unpad, ia merasa dirinya memperoleh bimbingan dari para dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang bagus. Beberapa karya ilmiah yang berhasil published juga merupakan hasil kolaborasi, tidak selalu dia sebagai penulis utama.
“Saya mau kasih saran buat mahasiswa, saat buat karya ilmiah sebaiknya fokus dulu pada metodologi. Buat outline terkait metodologi, kalau sudah fix maka yang lain sudah tidak terlalu susah. Untuk kendala saat menulis dalam Bahasa Inggris, sekarang kan sudah ada teknologi AI yang bisa membantu bagaimana meningkatkan kualitas penulisan. Tapi jangan asal copy-paste. Lalu, harus membaca karena kalau otaknya kosong ya tidak bisa,” ujar Al-faqeeh yang kedua orangtuanya berprofesi sebagai guru di Yaman.
Kini, setelah lulus S2 dan S3, Al-faqeeh sedang bersiap kembali ke Yaman. Namun ia mengaku masih ingin mencari peluang untuk tetap berkolaborasi dengan Indonesia atau kolaborasi global lainnya, khususnya di bidang riset farmasi. Ia mengaku akan merekomendasikan Unpad dan Indonesia sebagai tempat pilihan kuliah.
“Bahkan sebenarnya saya sudah memberi saran buat teman-teman di Yaman maupun di negara lain untuk datang ke sini. Kemarin juga sudah ada yang mau daftar di Fakultas Farmasi Unpad jalur mandiri. Selain itu ada yang mau kolaborasi, menghubungi saya untuk bisa dihubungkan ke sini. Ada juga yang jadi editor di jurnal farmasi yang sekarang mau maju ke Scopus, orangnya dari Yaman juga. Maksudnya, walaupun sudah selesai, walaupun sudah lulus, tapi pasti masih ada kolaborasi dengan Fakultas Farmasi Unpad,” ujarnya.*
The post Mahasiswa Asal Yaman Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktor Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.
