
[Kanal Media Unpad] Komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendorong inklusivitas dan internasionalisasi pendidikan tinggi ditunjukkan pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 14 mahasiswa internasional dari tujuh negara yaitu Kenya, Zimbabwe, Papua Nugini, Rwanda, Pakistan, Thailand, dan Yaman resmi menyelesaikan studi mereka di Unpad dan diwisuda pada upacara yang digelar secara hybrid di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Bandung, pada 4-6 Agustus 2026.
“Ini merupakan salah satu bukti dari program internasionalisasi yang telah digagas sejak lama. Kehadiran mereka menjadi cerminan bahwa Unpad semakin dikenal dan dipercaya di tingkat global,” papar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasamita, dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Rabu (5/8).
Prof. Arief menjelaskan, proses internasionalisasi di Unpad tidak hanya dimaknai sebagai kehadiran mahasiswa asing di lingkungan kampus, tetapi juga upaya membuka ruang pergaulan, kolaborasi, dan interaksi hingga tingkat internasional. Menurutnya, meningkatnya jumlah mahasiswa asing menjadi salah satu indikator kepercayaan masyarakat global terhadap kualitas pendidikan dan lingkungan akademik Unpad.
“Prinsipnya, Unpad terbuka untuk semua kalangan. Unpad merupakan perguruan tinggi yang inklusif dan terbuka bagi siapa pun. Kami juga siap menerima mahasiswa asing dengan kualitas pendidikan yang dapat kami pertanggungjawabkan dan setara dengan perguruan tinggi lainnya di berbagai negara,” ungkapnya.
First Counsellor Kedutaan Besar Rwanda di Indonesia, Theophile Rurangwa, mengatakan bahwa Unpad berperan penting dalam memperkuat hubungan pendidikan antara Rwanda dan Indonesia. Menurutnya, selain menjalin hubungan bilateral, kedua negara juga perlu terus meningkatkan kerja sama di sektor pendidikan melalui berbagai program kolaborasi.
“Mahasiswa yang datang dari jauh ke Indonesia tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mengenal budaya Indonesia, mengikuti berbagai pertukaran, serta membangun hubungan antarmasyarakat,” jelas Theophile.
Sementara itu, salah satu wisudawan asal Kenya, Kelvin Mwangi Maina, mengungkapkan bahwa ia memilih melanjutkan studi di Unpad karena reputasi kampus yang telah dikenal secara internasional. Selama berkuliah, Kelvin merasakan dukungan yang besar dari dosen dan tenaga kependidikan di Unpad. Menurutnya, lingkungan akademik yang inklusif tersebut mendorongnya untuk turut beradaptasi dengan baik.
“Unpad telah memberi saya sesuatu yang berharga. Bukan hanya gelar magister, tetapi juga perspektif karena saya berkesempatan berinteraksi dengan rekan yang lebih muda. Karena itu, kita harus terus membaca, terus belajar, dan terus membuka wawasan,” ujar Kelvin yang baru saja lulus dari Program Studi Magister Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad.
Kehadiran mahasiswa internasional dari berbagai negara pada wisuda kali ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan dan pengakuan global terhadap Unpad. Ke-14 mahasiswa internasional yang diwisuda ini terdiri dari 10 mahasiswa didukung beasiswa The Indonesian AID Scholarship Program (TIAS), 3 mahasiswa didukung beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan 1 mahasiswa Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran dari Unpad. Melalui berbagai program internasionalisasi yang terus dikembangkan, Unpad berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi pendidikan, riset, dan pertukaran budaya guna menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan berdaya saing internasional.* (R01)
The post Unpad Wisuda 14 Mahasiswa Internasional dari Tujuh Negara appeared first on Universitas Padjadjaran.
