Calon Mahasiswa Disabilitas Jangan Ragu untuk Lanjutkan Kuliah, Kampus Sediakan Fasilitas Pendukung

[Kanal Media Unpad] Calon mahasiswa Tuli dan penyandang disabilitas lainnya, tidak perlu ragu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kampus memiliki kepedulian menyediakan fasilitas bagi semua kalangan, sehingga teman disabilitas pun akan merasa nyaman menempuh pendidikan dan menggapai cita-citanya.

Demikian disampaikan Hasbi Ridla Ilahi, wisudawan Tuli yang lulus dari program studi Kearsipan Digital Universitas Padjadjaran. Hasbi juga terpilih menyampaikan pidato sebagai wakil wisudawan pada Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Iwa Koesoemasoemantri Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Selasa 5 Mei 2026.

“Bagi saya seorang Tuli, informasi sangat sulit saya dapatkan. Banyak tantangan yang saya hadapi,  mengalami sejumlah hambatan dalam mengikuti perkuliahan di awal. Ada rasa ingin mundur karena merasa tidak sesuai. Saya merasa tidak cocok berada di sini,” ujar Hasbi sebagaimana diinterpretasikan oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI) dari Unit Layanan Disabilitas Unpad, Fransisca Octi.

Namun, lanjut Hasbi, Unpad ternyata memperhatikan aksesibilitas yang dibutuhkannya. Unpad antara lain memberikan akses bahasa isyarat dimana ada fasilitas JBI yang membantunya memperoleh informasi baik di dalam maupun di luar kelas.

“Unpad sudah berjuang untuk itu, terima kasih Unpad. Ke depannya, kita bisa bersama-sama untuk melangkah lebih inklusif lagi, memberi akses untuk semuanya” ujar Hasbi, yang tercatat sebagai wisudawan Tuli pertama yang menyampaikan pidato perwakilan wisudawan di Wisuda Unpad.

Dalam kesempatan tersebut, Hasbi menyampaikan apresiasinya kepada dosen dan teman-teman yang telah mendukungnya selama perkuliahan, serta berterima kasih kepada seluruh pihak di Unpad, khususnya Unit Layanan Disabilitas, yang telah membantu memenuhi kebutuhan aksesibilitasnya. Hasbi juga mendorong agar orang tua dan masyarakat mendukung serta memberikan kesempatan kepada teman-teman disabilitas untuk memperoleh hak pendidikan yang lebih baik.

“Saya tuli, saya bisa wisuda hari ini, dan saya bangga bisa wisuda bersama teman-teman semua,” ujar Hasbi menutup pidatonya.

Sementara pidato perwakilan alumni disampaikan oleh Febrian Alphyanto Ruddyard, S.IP., MA., alumni Hubungan Internasional FISIP Unpad yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Ia menyampaikan bahwa hari ini bukan sekadar tentang kelulusan, melainkan tentang siapa yang dipilih untuk menjadi di masa depan. Menurutnya, Unpad telah memberi lebih dari sekadar ilmu, tetapi juga cara berpikir.

“Gelar yang diterima hari ini bukanlah hak istimewa, melainkan tanggung jawab untuk menggunakan apa yang diketahui guna memperbaiki apa yang belum baik, membangun apa yang belum ada, dan memperjuangkan apa yang benar,” ujar Febrian.

Wakil Ketua Majelis Wali Amanat Unpad, Prof. Dr. Arry Bainus, Drs., M.A., dalam sambutannya mengajak para wisudawan agar menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam karakter, adaptif dalam perubahan serta peka terhadap realitas sosial.

“Hari ini bukanlah sekadar seremoni kelulusan, melainkan sebuah penanda transformasi dari insan pembelajar menjadi insan penggerak perubahan. Gelar yang saudara sandang bukan hanya simbol capaian intelektual tetapi juga amanah moral untuk menghadirkan amanat nyata bagi masyarakat, bangsa dan kemanusiaan,” ujar Prof. Arry.

Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam pembukaan upacara wisuda menyampaikan bahwa Unpad mendidik lulusannya bukan hanya untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta nilai. Lulusan Unpad diharapkan tidak sekadar mengikuti perubahan, melainkan mampu memimpin perubahan, serta berdiri sejajar dalam kompetensi global.

“Teruslah belajar dan beradaptasi, jagalah integritas dalam dunia yang penuh tekanan, dan jadikan pengabdian sebagai orientasi,” pesan Rektor ketika melantik 2.028 wisudawan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan apresiasi secara khsusu kepada sejumlah wisudawan, yaitu:

Wisudawan terbaik Program Doktor diraih oleh Wawan Darmawan, dari Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang telah memublikasikan satu artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus Q1, yaitu Research Journal in Advanced Humanities.

1. Wisudawan Terbaik Program Doktor diraih oleh Muhammad Ali Ecuatoria dari Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang telah mempublikasikan tiga artikel di jurnal internasional bereputasi, dua artikel jurnal berstatus under review dalam jurnal internasional bereputasi, dua book chapter bereputasi, dua prosiding internasional terindeks, dan satu prosiding internasional bereputasi.

2. Wisudawan Terbaik Program Program Magister diraih oleh Launa Silky Karenindra Rokhmat, Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, yang memiliki lima artikel di jurnal internasional bereputasi Q1 serta artikel pada jurnal terindeks ISSN.

3. Wisudawan Terbaik Program Subspesialis diraih oleh Maha Chakri Willheljulya, Program Studi Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, yang mempublikasikan satu artikel di jurnal Sinta 1 dan jurnal internasional bereputasi Scopus Q1, serta meraih berbagai sejumlah penghargaan internasional yaitu Grant APLAR-EULAR Exchange (perwakilan Asia-Pasifik) Bercelona tahun 2025, Travel Grand APLAR-Fukuoka 2025, dan Travel Grand APLAR- Singapore 2024.

4. Wisudawan Terbaik Program Spesialis diraih oleh Raydel Briankwee Amalo, Program Studi Kedokteran Nuklir, Fakultas Kedokteran, yang menghasilkan satu artikel di jurnal Scopus Q2, tiga artikel di Scopus Q3, dan tiga artikel di Scopus Q4.

5. Wisudawan Terbaik Program Profesi diraih oleh Ade Reski Ilahi, Program Studi Apoteker, Fakultas Farmasi, yang memiliki publikasi ilmiah pada jurnal terindeks Sinta 4.

6. Wisudawan Terbaik Program Sarjana diraih oleh Hana Yulia, Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, yang mempublikasikan dua artikel di jurnal Sinta 3 dan satu artikel di jurnal Sinta 4, memperoleh pendanaan PKM 2024, serta meraih prestasi nasional di bidang penulisan puisi.

7. Program Sarjana Terapan diraih oleh Azizah, Program Studi Kearsipan Digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang mempublikasikan dua artikel ilmiah SInta 4, meraih juara 2 WSDK Jujitsu tingkat nasional, serta memiliki hafalan Al-Qur’an sebanyak 10 juz.

Apresiasi khusus diberikan kepada wisudawan paling senior secara usia, yaitu Alma Lucyati, dari Program Doktor, Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, yang lulus di usia 69 tahun 4 bulan 1 hari tahun. Selain itu, apresiasi khusus juga diberikan kepada wisudawan termuda yang berasal dari Program Sarjana, yaitu Jessica Sie, dari Program Studi Ilmu Aktuaria, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, yang lulus di usia 20 tahun 8 bulan 11 hari.* (R01)

The post Calon Mahasiswa Disabilitas Jangan Ragu untuk Lanjutkan Kuliah, Kampus Sediakan Fasilitas Pendukung appeared first on Universitas Padjadjaran.