
[Kanal Media Unpad] Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Keluarga Alumni Faperta Unpad menyelenggarakan kegiatan revitalisasi lahan melalui penanaman 500 pohon sukun di kawasan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali lahan yang belum produktif sekaligus mendorong pemanfaatan sukun sebagai alternatif pangan masa depan. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan berbasis komoditas lokal. Selain itu, kegiatan ini memperlihatkan sinergi antara akademisi, alumni, pemerintah, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Komisi IV DPR RI Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol., Wakil Asisten Operasi (Asops) Kodam III/Siliwangi Letkol Inf. Tinton Amin Putra, S.E., Wakil Rektor II Unpad Prof. Dr. Maman Setiawan, S.E., M.T., Dekan Faperta Unpad Dr. A. C. Trida Kusumah, S.P., M.Sc., Wakil Dekan I Faperta Unpad Prof. Dr. Yusuf Hidayat, S.P., M.Sc., Wakil Dekan II Faperta Unpad Dr. Oviyanti Mulyani, S.P., M.Si., perwakilan Yayasan Sukun Nusantara; Ketua Alumni Faperta Unpad Rudi Rubijaya, S.P., M.Sc., perwakilan Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Bandung Yayan Agustian, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bandung Irman Firmansyah, S.H., M.Hum., Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi, S.H., M.M., Danramil Arjasari Kapten Inf. Suranto, serta Kepala Desa dan Camat Arjasari.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sponsor, mahasiswa, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif. Kehadiran para tokoh lintas sektor ini mencerminkan dukungan kuat terhadap pengembangan sukun sebagai komoditas strategis. Partisipasi kolektif tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat implementasi program di tingkat lapangan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Seminar Sukun yang telah dilaksanakan pada Agustus 2025. Dalam sambutannya, Dr. H. Dadang M. Naser menyampaikan apresiasi terhadap gerakan penanaman sukun sebagai langkah konkret memperkenalkan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Ia menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam mengembangkan pangan alternatif yang adaptif terhadap tantangan masa depan. Selain itu, ia juga mendorong penerapan sistem wanatani di wilayah Arjasari sebagai pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan lahan.
Wakil Rektor II Unpad menegaskan bahwa pengembangan sukun diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan upaya pelestarian lingkungan. Ia juga menyoroti potensi sukun sebagai sarana pembelajaran, penelitian, dan praktik lapang bagi sivitas akademika.
Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Faperta Unpad menyampaikan bahwa mahasiswa akan didorong untuk terlibat langsung dalam pengelolaan tanaman sukun. Keterlibatan ini dinilai penting dalam mendukung revitalisasi lahan serta menghadapi tantangan perubahan iklim. Selain memiliki manfaat ekologis seperti meningkatkan daya serap air, sukun juga memiliki prospek ekonomi sebagai komoditas pangan masa depan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman simbolis oleh para tokoh yang hadir, dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan pameran produk olahan sukun. Inovasi produk yang ditampilkan menunjukkan bahwa sukun tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang signifikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan gerakan revitalisasi lahan berbasis sukun dapat berkembang secara berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 15 (Life on Land), yang menekankan pentingnya sistem pangan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan yang lestari.* (Rilis oleh: Syifa Djuita Putri/Faperta Unpad)



The post Revitalisasi Lahan dan Sosialisasi Sukun sebagai Pangan Masa Depan Dunia appeared first on Universitas Padjadjaran.
