
[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran memperkuat kolaborasi internasional di bidang riset dan inovasi melalui kerja sama dengan ProLab Engineering s.r.o. Praha, Ceko, serta Smart Agriculture Institute Indonesia. Kerja sama yang difokuskan pada penelitian dan pengembangan teknologi cerdas (smart technology) serta teknologi pertanian cerdas (smart agriculture technology) ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Executive Lounge Unpad, Kampus Dipati Ukur, Bandung, Rabu (22/7).
“Saat ini, Indonesia dan berbagai negara menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim dan berbagai dampak yang ditimbulkan. Salah satu tantangan utama adalah ketidakpastian ketahanan pangan yang kini menjadi isu global,” ujar Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Pemasaran Prof. Rizky Abdulah, Ph.D.
Prof. Rizky mengatakan, dalam menghadapi tantangan global, diperlukan kolaborasi dengan mitra strategis untuk mengembangkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Menurutnya, kemitraan dengan ProLab Engineering dan Smart Agriculture Institute Indonesia dapat berkontribusi dalam menjawab permasalahan yang dihadapi penguatan riset dan pengembangan teknologi.
ProLab Engineering merupakan perusahaan teknologi spin-off dari Czech University of Life Sciences Prague yang berfokus pada penelitian serta pengembangan teknologi otonom untuk sektor industri, pertahanan, dan pertanian cerdas. Sementara itu, Smart Agriculture Institute Indonesia, yang juga merupakan mitra utama ProLab Engineering, merupakan lembaga yang menghubungkan perguruan tinggi, peneliti, industri, dan penyedia teknologi untuk menghasilkan solusi inovatif bagi pertanian modern.
Direktur Utama ProLab Engineering, Prof. Ing. David Herák, Ph.D., mengungkapkan, peluang kerja sama ProLab Engineering dan Unpad telah terbangun sejak lama melalui berbagai interaksi akademik antara sivitas akademika kedua institusi. Berangkat dari kesamaan minat di bidang teknologi dan teknologi cerdas, ia melihat banyak potensi untuk mengembangkan kerja sama.
“Kami terbuka untuk berdiskusi dan mengidentifikasi berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Unpad. Selain itu, kami juga melihat peluang kolaborasi dalam berbagai proyek. Semoga kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan dan program nyata,” papar Prof. David.
Lebih lanjut, Direktur Smart Agriculture Institute Indonesia, Nurmia Dwi Agustina, MBA., menjelaskan bahwa banyak peluang pengembangan di sektor pertanian memerlukan kombinasi antara landasan akademik, pengetahuan ilmiah, dan implementasi praktis. Sehingga, kemitraan dengan perguruan tinggi terkemuka seperti Unpad penting dalam menghasilkan solusi inovatif yang menjawab kebutuhan sektor pertanian.
“Kami melihat potensi besar untuk bekerja sama dalam berbagai bidang. Dengan pengetahuan ilmiah Unpad, kami berharap dapat menghasilkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu rencana yang sedang kami siapkan adalah pengembangan smart agriculture demonstration park di Pangandaran,” jelas Nurmia yang juga merupakan alumni Unpad.
Hadir dalam kegiatan ini jajaran Unpad yaitu Dekan Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian Dr. Gemilang Lara Utama S., M.I.L., Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, MP., Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan Faperta Prof. Yusup Hidayat, Ph.D., serta Sekretaris Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Alumni Yosephini Kristin Dwina Maria, M.A.B. Dari pihak mitra hadir Chairman Smart Agriculture Institute Ing. Michal Wasserbauer, Ph.D., serta Chief Technology Officer (CTO) Smart Agriculture Institute Martin Sebela.* (R01)






The post Unpad Jalin Kerja Sama dengan Mitra Internasional, Kembangkan Teknologi dan Pertanian Cerdas appeared first on Universitas Padjadjaran.
