Wakil Menkes RI, “Unpad Akan Pimpin Penelitian untuk Hasilkan Vaksin TB Buatan Dalam Negeri”

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran (Unpad) diminta untuk memimpin penelitian dan pengembangan vaksin Tuberkulosis (TB) dalam rangka pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pengentasan kasus TB di Indonesia. PHTC TB yang dicanangkan Presiden RI diharapkan dapat menurunkan kasus TB hingga 50% pada 2029 mendatang.

Demikian terangkum dalam hasil Rapat Koordinasi Nasional Pengentasan TB di Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P.,FISR di Ruang Rapat Bersama 2 Livin Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Selasa (14/7). Rakornas ini diikuti pula oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Pungkas Bahjuri Ali, STP., MS., PhD., Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, Prof. Dr. drh. NLP Indi Dharmayanti, perwakilan Biofarma, dan sejumlah peneliti dari berbagai lembaga.

“Saya punya impian, Unpad ini menjadi kebanggaan kita dengan mendukung pengembangan vaksin TB buatan Indonesia. Saat mendengar Unpad akan buat vaksin TB, saya senang sekali. Saya langsung bilang, kami akan bawa tim ke Unpad, kita semua akan mendukung,” ujar Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus.

Lebih lanjut dr. Benjamin mengatakan, saat ini Unpad melalui Rumah Sakit Unpad akan membangun satu gedung yang dibangun khusus untuk pemberantasan TB. Untuk itu, dr. Benjamin mengusulkan agar penelitian vaksin TB ini dipusatkan di Unpad dengan mengajak pihak lain bergabung bersama.

“Hari ini terjadi kemajuan yang luar biasa (dalam upaya pengentasan kasus TB -red.). Bappenas mendukung, BRIN mendukung, Kemenkes mendukung, dan teman-teman dari universitas melakukan penelitian. Jadi menurut saya, kita harus menyusun cara kerja yang ada komandonya. Jadi usul saya, semua peneliti baik dari Unpad, dari BRIN atau dari tempat lain, harus mau duduk bersama dalam satu wadah. Vaksin TB ini andalan kita. Usul saya, penelitian vaksin ini secara nasional dipusatkan di Unpad,” ujar dr. Benjamin.

Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, merasa terhormat dengan usulan Wakil Menteri Kesehatan tersebut dan menyatakan Unpad akan segera merumuskan langkah-langkah yang akan diajukan kepada Kementerian Kesehatan. Apalagi, TB memang merupakan masalah nasional dan saat ini menjadi salah satu PHTC Presiden RI. Unpad sendiri memiliki rekam jejak cukup panjang berkaitan dengan penelitian TB.

“Alhamdulillah Unpad ditunjuk menjadi koordinator, dan nanti secara bersama-sama kita akan merumuskan langkah-langkah cepat yang bisa kita lakukan, baik jangka pendek dan jangka menengah agar di tahun 2029 nanti kita punya hasil yang signifikan mengenai penanganan TB,” ujar Rektor Unpad.

Menindaklanjuti hal tersebut, lanjut Rektor, Unpad akan mengoordinasikan segala sesuai yang bersifat riset dan inovasi terkait TB. Unpad juga akan menggandeng sejumlah stakeholder lain dalam sebuah konsorsium, baik itu perguruan tinggi, lembaga riset, kementerian terkait, rumah sakit dan juga masyarakat.

“Unpad diminta untuk secara aktif merumuskan langkah-langkah taktis dalam satu bentuk proposal yang lengkap, dalam satu bentuk tindak nyata. Dan nanti kami akan berkoordinasi dengan Bappenas untuk bersama-sama melakukan tindak lanjut sebagai satu langkah yang bisa langsung diimplementasikan secara cepat,” ujar Prof. Arief.

Harapannya, dalam jangka pendek langkah ini dapat menurunkan kasus TB di Indonesia hingga 15%, memiliki model screening dan tracing yang bersifat implementasi secara nasional, memiliki produk buatan dalam negeri, dan pada akhirnya mengembangkan vaksin TB buatan Indonesia dan mendukung PHTC TB.

“Sebuah kehormatan bagi Unpad diminta untuk memimpin konsorsium ini. Mudah-mudahan amanat yang disampaikan untuk Unpad ini bisa kami jaga dan bersama-sama dengan yang lain kami bisa menyukseskan program pengentasan masalah TB nasional,” ujar Prof. Arief.*

The post Wakil Menkes RI, “Unpad Akan Pimpin Penelitian untuk Hasilkan Vaksin TB Buatan Dalam Negeri” appeared first on Universitas Padjadjaran.