
[Kanal Media Unpad] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran membuka Program Doktor (S-3) Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan (Sustainable Fisheries and Oceans). Kehadiran program studi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga doktor di bidang perikanan dan kelautan yang masih terbatas di Indonesia, sekaligus melengkapi jenjang pendidikan yang telah dimiliki FPIK Unpad, mulai dari sarjana hingga magister.
Kepala Program Studi S-3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan Unpad, Noir Primadona Purba, PhD (PgOS) menjelaskan,program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu menyusun rekomendasi berbasis data dan riset guna mendukung pengambilan kebijakan di sektor perikanan dan kelautan. Fokus kajian program studi ini juga selaras dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDG 14 tentang ekosistem laut.
“Program Doktor ini menjadi puncak pengembangan keilmuan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat dalam riset, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi dan arahan berbasis data bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya,” ujar Noir saat diwawancarai oleh Tim Kanal Media Unpad, Jumat, (5/6).
Kekhasan utama dalam program studi ini terletak pada pendekatan keberlanjutan yang menjadi landasan dalam setiap proses pembelajaran dan penelitian. Pendekatan tersebut didukung oleh penggunaan data yang komprehensif serta sejalan dengan Pola Ilmiah Pokok Unpad, yaitu ‘Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional’. Melalui penguatan riset dan inovasi, program studi ini juga diarahkan untuk menjadi rujukan dalam pengembangan keilmuan perikanan dan kelautan berkelanjutan yang inklusif, kolaboratif, serta memiliki dampak di tingkat global.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga akan dibekali dengan kemampuan metodologi penelitian tingkat lanjut, keterampilan komunikasi ilmiah, serta pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dan media. Mahasiswa juga didorong aktif untuk mengikuti berbagai seminar dan konferensi ilmiah guna memperkuat kapasitas akademik serta jejaring profesional.
“Selain penguasaan bidang perikanan dan kelautan, mahasiswa juga akan memiliki kemampuan komunikasi dan publikasi ilmiah yang kuat. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan dapat meningkatkan karier maupun berkontribusi lebih luas dalam dunia akademik, pemerintahan, dan industri,” jelasnya.
Program Studi S-3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan Unpad terbuka bagi lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Noir menjelaskan bahwa isu perikanan dan kelautan memerlukan pendekatan multidisiplin, sehingga tidak hanya dapat dikaji oleh lulusan bidang sains atau kelautan, tetapi juga ekonomi, komunikasi, hukum, kebijakan publik, dan berbagai bidang ilmu lainnya.
Dari sisi pembelajaran, program studi menerapkan sistem yang fleksibel melalui kombinasi perkuliahan hybrid, tatap muka, serta site visit ke lapangan. Model pembelajaran tersebut didukung berbagai fasilitas penelitian yang dimiliki Unpad, seperti Marine Station di Pangandaran, fasilitas penelitian di Pulau Biawak Indramayu, serta kawasan penelitian dan laboratorium Unpad di kampus Jatinangor.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Jika meneliti wilayah pesisir selatan Jawa, kami memiliki fasilitas di Pangandaran. Untuk wilayah utara tersedia fasilitas di Pulau Biawak Indramayu, sementara penelitian eksperimental dapat dilakukan di kampus Unpad Jatinangor,” tuturnya.
Informasi lebih lanjut mengenai proses seleksi hingga syarat pendaftaran Prodi S-3 Perikanan dan Kelautan Unpad tersedia di laman https://smup.unpad.ac.id/.* (R02)
The post Lengkapi Jenjang Pendidikan, FPIK Unpad Buka Program Doktor appeared first on Universitas Padjadjaran.
