Lulus Program Fast Track S1-S2 dan Terbitkan Karya Ilmiah di Jurnal Q1, Launa Silky Jadi Wisudawan Terbaik

[Kanal Media Unpad] Ketertarikan pada dunia riset membawa lulusan Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran, Launa Silky Karenindra Rokhmat, meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Magister. Melalui program fast track, Launa berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister dalam waktu relatif singkat sekaligus mencatatkan publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi Q1.

Launa dilantik menjadi wisudawan pada Upacara Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Iwa Koesoemasoemantri Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Selasa 5 Mei 2026.

Launa mengaku proses adaptasi pada awal perkuliahan tidak mudah, tetapi dukungan lingkungan dan teman-teman membuatnya perlahan menikmati proses belajar hingga akhirnya mampu menyelesaikan studi dengan baik. Launa menyampaikan bahwa pencapaian sebagai wisudawan terbaik jenjang Magister merupakan hasil dukungan dari berbagai pihak yang mendampinginya selama proses studi dan penelitian.

“Bagi saya, pencapaian ini bukan semata hasil usaha saya sendiri, melainkan karena dukungan dari orang-orang di sekitar saya,” kata Launa.

Launa menjelaskan bahwa selama menempuh pendidikan magister dirinya lebih banyak fokus pada studi dan penelitian, hingga sempat menjadi asisten laboratorium untuk kegiatan praktikum. Sementara saat jenjang sarjana Launa aktif mengikuti organisasi dan kepanitiaan sebagai sarana mengembangkan kemampuan bekerja sama dan pengalaman organisasi.

Ketertarikan menjadi peneliti sejak jenjang sarjana menjadi motivasi terbesarnya mengikuti program fast track karena program tersebut menjadi peluang untuk mempertahankan momentum belajar sekaligus memperluas pengalaman riset. Selain itu, adanya peluang pendanaan dan hibah penelitian untuk mahasiswa magister semakin mendorongnya mengambil jalur percepatan studi tersebut.

Meski demikian, menjalani program fast track tidak lepas dari tantangan karena dirinya harus menjalani transisi dari jenjang sarjana ke magister dalam waktu singkat, sambil tetap menjaga progres penelitian agar berjalan sesuai target. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya muncul saat melakukan penelitian terkait pengembangan material Molecularly Imprinted Polymers untuk sensor HbA1c sebagai biomarker diabetes. Dalam prosesnya, eksperimen harus berulang kali dilakukan karena material yang disintesis belum memberikan respons sensor sesuai harapan.

“Dalam beberapa percobaan polimer yang saya sintesis belum terbentuk dengan baik atau respons sensornya belum sesuai harapan, sehingga eksperimen harus diulang berkali-kali. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa penelitian merupakan proses panjang yang membutuhkan evaluasi dan ketekunan,” ujarnya.

Selain aktif melakukan penelitian, dirinya juga berhasil menerbitkan artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi Q1. Proses publikasi tersebut dimulai dari menentukan topik penelitian yang relevan dan memiliki unsur kebaruan (novelty). Menurutnya, tantangan terbesar dalam publikasi ilmiah adalah memastikan data penelitian benar-benar kuat dan konsisten. Selain itu, proses revisi dari reviewer juga membutuhkan ketelitian karena setiap komentar harus dijawab dengan argumentasi yang didukung data penelitian.

“Kadang kami juga perlu mengecek ulang hasil penelitian atau menambahkan data analisis tertentu agar penjelasannya lebih lengkap,” jelas Launa.

Launa menyampaikan bahwa dukungan Unpad dalam fasilitas penelitian dan pendanaan publikasi ilmiah sangat membantu selama proses tersebut. Ke depan, diharapkan Unpad dapat terus meningkatkan dukungan bagi mahasiswa, khususnya dalam bidang riset dan publikasi ilmiah, berupa peningkatan fasilitas penelitian, akses jurnal internasional, ruang belajar yang nyaman, hingga program pengembangan akademik seperti pelatihan penulisan artikel ilmiah dan konferensi.

Lebih lanjut, Launa berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal-hal baru dan tetap konsisten menjalani proses belajar karena setiap orang memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing, sehingga tidak perlu terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain.

Trust the process, karena setiap pengalaman pasti membawa pelajaran bagi kita,” pungkasnya.* (R02)

Daftar Publikasi:

  1. Hydrogel Molecularly Imprinted Polymer-Based Electrochemical Sensor on Gold Modified Screen-Printed Carbon Electrodes for Stable and Selective HbA1c Detection (Q1)
  2. Molecularly Imprinted Polymer Technology for Electrochemical Detection of Diabetes-Related Biomarkers (Q1)
  3. Advances in molecularly imprinted polymers with catalityc activity for healthcare and environmental application (Q1)
  4. Penentuan Kadar Asam Folat dalam Konjungat Folat Termodifikasi Silan dengan Spektrofolometer UV (Jurnal e-ISSN)
  5. Molecularly imprinted polymers based electrochemical sensor detection of ephitelial sodium channel protein as a biomarker of salt-sensitive hypertension (Q1)
  6. Recent Advances in Molecularly Imprinted Polymer-Based Sensors for Porcine Protein and DNA Detection (Q1)

The post Lulus Program Fast Track S1-S2 dan Terbitkan Karya Ilmiah di Jurnal Q1, Launa Silky Jadi Wisudawan Terbaik appeared first on Universitas Padjadjaran.