






[Kanal Media Unpad] Pada tahun 2025 ini, sebanyak 1.369 alumni Universitas Padjadjaran telah menjadi guru melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kehadiran para alumni ini mencerminkan peran Unpad dalam menyiapkan sumber daya manusia yang turut mendukung kebutuhan tenaga pendidik di berbagai daerah. Dengan dibukanya program PPG Prajabatan bagi lulusan nonpendidikan, lulusan Unpad kini memiliki peluang yang lebih luas untuk berkontribusi di sektor pendidikan.
Demikian dikatakan oleh Direktur Akademik Unpad, Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah, S.Si., Apt., M.Si. dalam sambutan mewakili Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam kegiatan workshop pengembangan karier yang bertajuk ”Menjadi Guru Inspiratif untuk Membangun Generasi Emas” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Selasa, 2 Desember 2025.
Workshop yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unpad bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menenegah (Kemendikdasmen) ini menjadi sarana sosialisasi bagi mahasiswa dan alumni yang berminat meniti karier sebagai guru. Kegiatan ini memberikan informasi mengenai kebutuhan tenaga pendidik, proses mengikuti Program PPG serta peluang karier.
”Ini adalah panggilan yang menginspirasi dan membentuk karakter generasi penerus bangsa. Profesi ini akan memberikan dampak sosial yang luas karena guru akan berdiri di garis terdepan dalam menciptakan perubahan,” ujar Prof. Aliya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, menjelaskan bahwa Program PPG bagi lulusan nonkependidikan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi lulusan perguruan tinggi dan latar belakang keilmuan untuk dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia.
”Dunia pendidikan sangat membutuhkan guru yang berkualitas. Kalau ingin ikut berkontribusi melakukan perubahan peradaban dunia, maka jadilah guru,” ujar Eka, yang juga merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad.
Sementara Kepala Umum Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat, Rohimat, S.T., M.A. mengatakan bahwa lulusan perguruan tinggi yang memiliki program kependidikan masih belum mencukupi kebutuhan tenaga pengajar. Karena itu, BBGTK mendorong mahasiswa dan alumni dari bidang nonkependidikan untuk mempertimbangkan jalur profesi guru melalui Program PPG sebagai upaya pemenuhan tenaga pendidik yang kompeten.
”Kami bekerja sama dengan Unpad dan Dinas Pendidikan, bagi yang berminat menjadi seorang guru, terbuka lebar peluangnya ketika sudah lulus,” ujar Rohimat.
Kegiatan ini juga diisi dengan seminar bertajuk “Menjadi Guru Inspiratif untuk Membangun Generasi Emas” yang dimoderatori oleh Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unpad, Dr. In-In Hanidah, STP., M.Si. Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Chassanova Z., S.I.P., Kepala Pusat Asesmen dan Manajemen Talenta Dr. Fitriani Yustikasari Lubis, M.Psi., serta perwakilan BBGTK Jabar, Djoko Arisworo, S.Si., M.Pd. Selain itu, terdapat pula layanan konsultasi PPG bagi calon guru yang memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk menggali lebih jauh peluang berkarier sebagai tenaga pendidik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dan alumni Unpad dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai jalur profesi guru serta termotivasi untuk mengambil bagian dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik yang berkualitas. Unpad berkomitmen untuk terus memperluas akses dan pendampingan karier bagi lulusannya sehingga mampu berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)






The post Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bantu Wujudkan Alumni Non-Kependidikan Jadi Guru appeared first on Universitas Padjadjaran.
