Putri Karisa, Penerima Beasiswa PMDSU yang Meraih Predikat Wisudawan Terbaik Magister

[Kanal Media Unpad] Konsistensi dan semangat belajar menjadi kunci keberhasilan Putri Karisa, wisudawan terbaik jenjang Magister Universitas Padjadjaran dari Program Studi Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan secara hybrid dari Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, pada 4-7 November 2025.

Putri juga tercatat sebagai penerima Beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI. Predikat Wisudawan Terbaik ini bukan yang pertama kali bagi Putri. Sebelumnya saat menyelesaikan jenjang Profesi Ners di Fakultas Keperawatan Unpad, Putri juga meraih predikat Wisudawan Terbaik.

Putri merupakan lulusan Program Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Unpad yang kemudian melanjutkan studi Magister di Fakultas Kedokteran Unpad. Saat ini, Putri tengah melanjutkan studi jenjang Doktor di Program Studi Ilmu Kedokteran FK Unpad. Sejak jenjang Sarjana, Putri telah aktif menekuni penelitian di bidang fisiologi. Ketertarikannya pada riset mendorongnya untuk beralih dari Keperawatan ke Kedokteran demi memperdalam bidang fisiologi molekular yang menjadi fokusnya.

“Saya memang ingin menjadi peneliti. Setelah berdiskusi dengan dosen, saya menyadari riset fisiologi di kedokteran jauh lebih tereksplor, sehingga saya memutuskan melanjutkan studi di Kedokteran,” ungkap Putri.

Penelitian yang dijalani Putri berfokus pada identifikasi molekul baru (novel molekul) yang terinduksi oleh latihan fisik (exercise training) serta pengaruhnya terhadap kesehatan jantung melalui pendekatan in vivo. Riset ini tidak hanya memperkaya pengetahuannya di bidang fisiologi molekular, tetapi juga memiliki makna personal bagi dirinya.

“Saya banyak terinspirasi dari ayah saya yang juga pasien jantung. Jadi, riset ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang bagaimana hasilnya dapat memberikan manfaat bagi pasien,” ungkap Putri.

Bagi Putri, publikasi ilmiah bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan cara untuk membangun citra diri sebagai calon akademisi dan peneliti. Minatnya pada penulisan ilmiah sudah tumbuh sejak SMA melalui berbagai kompetisi riset dan karya tulis ilmiah. Produktivitas itu terus berlanjut hingga kuliah, seiring dukungan lingkungan riset yang kuat. Selama kuliah magister, Putri memiliki 8 publikasi jurnal ilmiah, lima diantaranya terbit di Jurnal Scopus (Q1, Q2 dan Q3), tiga lainnya terbit di Jurnal (Sinta 2 dan Sinta 3).

 “Di bawah bimbingan  Prof. Dr. med. Setiawan, dr., dan dukungan tim riset yang solid, saya terus belajar menghasilkan publikasi yang berkualitas. Hubungan yang hangat antara mahasiswa dan dosen pembimbing membuat proses riset menjadi nyaman dan produktif,” jelas Putri.

Melalui program fast track S2-S3, Putri memperoleh banyak pengalaman baru yang memperluas wawasan dan keterampilannya di bidang riset. Menurut Putri, dukungan universitas dan promotor yang besar turut mendorongnya untuk terus berkembang. Selain itu, Putri juga aktif berkolaborasi dengan peneliti internasional dan berpartisipasi dalam berbagai forum ilmiah dunia. Beragam pengalaman tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk berkarier sebagai akademisi dan peneliti di masa depan.

Tidak ada yang tidak bisa, yang ada hanya belum mencoba. Kalau risetmu gagal, tidak apa-apa, evaluasi dan coba lagi. Hasil apa pun tetaplah temuan. Jangan malu bertanya,” pesan Putri.*

The post Putri Karisa, Penerima Beasiswa PMDSU yang Meraih Predikat Wisudawan Terbaik Magister appeared first on Universitas Padjadjaran.