Program Bina Desa 2025 Wujudkan Pembangunan Sumber Air Bersih di Limbangan Garut

[Kanal Media Unpad] Himpunan Mahasiswa Geofisika “Pedra” Universitas Padjadjaran bersama Tim PKM Geofisika Unpad melalui Program Pemberdayaan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) melaksanakan Program Kerja Bina Desa 2025 untuk pemetaan air tanah dan eksplorasi air bersih di desa tersebut di Kampung Cibadak-1, Desa Pasirwaru, Kecamatan Blubur Limbangan Garut pada bulan Mei hingga Juli 2025. Program ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan untuk semua.

Kampung Cibadak-1 Limbangan Garut, berada sekitar 39 km dari Unpad Jatinangor dan termasuk daerah yang mengalami kekeringan serta kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau. Organisasi Kemasyarakatan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Desa Pasirwaru yang diketuai oleh Maman Suparman telah melakukan berbagai upaya, namun belum efektif karena kondisi geologi dan letak geografis desa yang berada di lereng perbukitan. Oleh karena itu, intervensi teknologi geofisika dalam pencarian air tanah sangat dibutuhkan guna memperoleh sumber air secara lebih akurat dan efisien.

Menurut Kepala Desa Pasirwaru, Ita Suherman, wilayah yang paling terdampak saat musim kemarau adalah Kampung Cibadak-1. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah secara rutin menyalurkan air bersih dengan bantuan armada mobil pemadam kebakaran (damkar). Pada musim hujan, masyarakat memanfaatkan sumber mata air yang disalurkan ke rumah-rumah penduduk. Agar mata air tersebut tidak tercemar, Himpunan Mahasiswa Geofisika “Pedra” Unpad dan Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) memberikan bantuan berupa pembuatan penutup mata air.

Anggota Himpunan Mahasiswa Geofisika yang terlibat dalam Program Bina Desa 2025 di antaranya: Muhammad Akbar Putra Mahendra (Ketua Himpunan Mahasiswa Geofisika PEDRA), Muhammad Hafizh Fauzan Ajjauzaqi (Wakil Ketua), Salisa Syifaunajwa Qonitatin (Project Officer Bina Desa 2025), Natasya Aulia Putri (Wakil Project Officer), Nisriinaa Nasywaa Ariefianty (Kepala Bidang Eksternalisasi), dan Mochamad Indiana Rinaldy (Kepala Departemen Eksternal), serta panitia dan volunteer Bina Desa 2025 yang berasal dari mahasiswa Teknik Geologi dan mahasiswa Ilmu Keperawatan. Program Bina Desa ini didampingi oleh dosen pembimbing Dr. Budy Santoso, M.T., yang juga menjabat sebagai Ketua PKM Unpad. Anggota tim PKM lainnya terdiri dari Bambang Wijatmoko, S.Si., M.T., dan Liu Kin Men, S.Si., M.T.

Kegiatan penyelidikan sumber air bersih menggunakan metode Vertical Electrical Sounding (VES) dengan konfigurasi Schlumberger. Panjang bentangan elektroda bervariasi antara 400 hingga 550 meter, bergantung pada kondisi topografi. Berdasarkan interpretasi data, satu titik direkomendasikan sebagai lokasi potensial akuifer pada kedalaman 87 hingga 135 meter, dan direncanakan dilakukan pengeboran hingga kedalaman sekitar 120 meter.

Pelaksanaan pengeboran air tanah di Desa Pasirwaru memerlukan biaya besar, sekitar Rp150 juta. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari para donatur. Himpunan Mahasiswa Geofisika PEDRA menjalin kerja sama dengan Yayasan Rumah Wakaf, Yayasan Rumah Zakat, dan Yayasan Teladan Rasul untuk melaksanakan kegiatan penggalangan dana. Pada tanggal 19 Juli 2025, dilaksanakan kegiatan pengeboran dan peletakan batu pertama pembangunan wakaf sumber air bersih oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Geofisika PEDRA (Muhammad Akbar Putra Mahendra), perwakilan Yayasan Rumah Wakaf (Septian Nugroho), Yayasan Rumah Zakat (Diki Permana), Yayasan Teladan Rosul (Ust. Arif Rahman Lubis), serta Kepala Desa Pasirwaru (Ita Suherman). Semoga keberadaan air bersih ini dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pasirwaru, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mereka.

Kegiatan Bina Desa 2025 lainnya yang dilaksanakan di Desa Pasirwaru, Kecamatan Blubur Limbangan, Kabupaten Garut, mencakup penyuluhan stunting dan sosialisasi posyandu. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut, Desa Pasirwaru merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Blubur Limbangan yang memiliki jumlah kasus stunting yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diselenggarakan kegiatan penyuluhan stunting dan posyandu yang dilaksanakan di sekolah dasar serta ditujukan pula kepada Masyarakat. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Syukur Hamdan Damayadi Limbong, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan. Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) dan Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui upaya penanggulangan malnutrisi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.* (Rilis Geofisika Unpad)