
[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bekerja sama dengan Perkumpulan Arsip Perguruan Tinggi Indonesia (PAPTI) menyelenggarakan The 5th International Conference on Archives, Social Science, Humanities & Education (ICoASHE) 2026 di Bale Rucita, Gedung Rektorat Unpad, Kampus Jatinangor, pada 22–23 Juli 2026. Mengusung tema “Digital Government, Government Technology, and Digital Governance”, konferensi ini menjadi wadah pertukaran gagasan dan kolaborasi untuk mendorong inovasi serta pengembangan kebijakan kearsipan di era digital.
“Arsip bukan sekadar penyimpan rekam jejak sejarah, melainkan aset strategis yang menjaga memori institusi, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan yang tepat,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., dalam sambutannya pada tayangan video daring.
Prof. Brian menjelaskan, transformasi digital telah mengubah cara pemerintah memberikan layanan publik, merumuskan kebijakan, dan berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan transformasi tersebut tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga kemampuan membangun institusi terpercaya, menjaga dan mengelola pengetahuan, serta mendorong pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. R. Widya S. Sumadinata, menekankan bahwa fenomena tata kelola digital tidak dapat dipahami hanya dari perspektif teknologi komputer. Menurutnya, diperlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang ilmu, seperti administrasi publik, kearsipan, sosiologi, dan pendidikan, untuk mengkaji aspek tata kelola, dampak sosial, autentisitas data, serta menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan era digital.
“Di era digital, tantangan terbesar kita adalah bagaimana menjaga dan melestarikan pengetahuan secara digital. Pengelolaan arsip elektronik bukan sekadar urusan administrasi, tetapi juga menjadi penjaga rekam jejak sejarah dan transparansi informasi publik yang penting bagi demokrasi,” papar Prof. Widya.
Ketua Umum Pengurus Nasional Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Dr. Andi Kasman, M.M., dan Ketua Pelaksana ICoASHE 2026 Prof. Nandang A. Deliarnoor turut memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan. Konferensi internasional ini juga menghadirkan sejumlah narasumber sebagai pembicara kunci, yaitu Drs. Nicolaus Antonius van Hoorn dari Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) Belanda, Assoc. Prof. Dr. Nor Azizah Zainal Abidin dari Universitas Utara Malaysia, Prof. Yuan Yuan dari School of Public Administration Hohai University Tiongkok, serta Prof. Dr. Muradi, Ph.D., Guru Besar Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad.
Konferensi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, arsiparis, dan praktisi dari berbagai negara untuk memperkuat pertukaran pengetahuan serta menghasilkan gagasan inovatif dalam pengembangan tata kelola digital, kearsipan, ilmu sosial, humaniora, dan pendidikan. Melalui forum ini, para peserta juga didorong untuk memperluas jejaring kerja sama internasional guna menjawab berbagai tantangan transformasi digital yang terus berkembang.* (R01)






The post ICoASHE 2026 di Unpad Hadirkan Pakar Internasional Bahas Tata Kelola Digital appeared first on Universitas Padjadjaran.
