
[Kanal Media Unpad] Sebanyak 25 Petugas/Pengelola Laboratorium Pendidikan di Universitas Padjadjaran mengikuti In House Training dan Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam rangka mendukung iklim akademik dan riset yang aman, produktif dan bereputasi internasional.
“Sertifikasi ini bukan hanya pelatihan, tetapi akan ada asesmennya juga. Jadi mohon bapak/ibu serius menjalani prosesnya, jangan sampai kesempatan ini terbuang sia-sia,” ujar Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan Dr. Imanudin Kudus, saat membuka kegiatan tersebut di Bale Rucita Unpad Jatinangor pada Selasa (7/07).
Pelatihan diselenggarakan oleh Kantor Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Unpad selama 3 hari hingga 9 Juli 2026. Mekanisme pembelajaran terdiri dari 2 hari pemberian materi dan pra-asesmen dan 1 hari untuk uji kompetensi berskema BNSP yang terdiri dari uji tulis, uji praktek dan wawancara.
Dr. Imanudin mengatakan, objek layanan terbesar universitas adalah mahasiswa. Kita harus menjaga mahasiswa agar tidak terkena risiko bahaya dari aktivitas yang mengandung risiko seperti di laboratorium.
“Jadi yang kita lakukan bukan menghindari risikonya, tetapi mengantisipasi dan meminimalisir dampak risiko tersebut. Itu ada ilmunya, ada prosedur, ada standarnya, tidak bisa semata menggandalkan intuisi. Nah standar itulah yang kita harapkan bisa peroleh di sini,” ujar Dr. Imanudin.
Sementara Kepala Pusat Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Unpad, Rina Mariana, M.I.Kom, melaporkan, pelatihan ini diikuti oleh 25 orang peserta PLP yang berasal dari 13 unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran. Tujuan pelatihan dan sertifikasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan budaya K3, mitigasi risiko, dan standardisasi kompetensi.
Lebih lanjut Rina mengatakan, sejalan dengan komitmen Unpad menuju World Class University dan penerapan Good University Governance, aspek keselamatan dan kesehatan kerja tidak lagi sekadar kewajiban regulatif, melainkan sebuah budaya yang harus diinternalisasi dan menjadi concern oleh institusi.
“Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami berharap para pengelola laboratorium tidak hanya sekadar mendapatkan sertifikat kelulusan, melainkan mampu menjadi K3 Champion atau agen perubahan di unit kerja masing-masing. Output jangka panjang yang kita targetkan adalah zero accident di seluruh laboratorium Unpad, sehingga iklim akademik dan riset kita dapat berjalan dengan aman, produktif, dan bereputasi internasional,” ujarnya.*






The post Unpad Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi K3 bagi 25 Petugas/Pengelola Laboratorium Pendidikan appeared first on Universitas Padjadjaran.
