
[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran membuka Program Studi Doktor (S-3) Fisika yang akan dimulai pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Kehadiran program studi baru ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan ilmu fisika sekaligus mendukung inovasi teknologi berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
“Fisika ini menjadi salah satu bagian dari basic science atau kalau saat ini biasanya lebih dikenal dengan nama STEM, yaitu Science, Technology, Engineering and Mathematics. Salah satu bagian dari STEM itu adalah fisika, yang mempelajari semua fenomena yang ada di alam,” ujar Ketua Program Studi Doktor Fisika Unpad, Lusi Safriani, Ph.D., dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Rabu, 1 Juli 2026.
Menurutnya, fisika merupakan salah satu bidang ilmu dasar yang menjadi fondasi pengembangan berbagai teknologi. Pembukaan Prodi Doktor Fisika tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan studi lanjut, tetapi juga memperkuat pengembangan keilmuan yang berorientasi pada inovasi teknologi dan hilirisasi hasil riset. Prodi ini mengusung konsep fisika berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara pengembangan teori dan penelitian eksperimental guna menghasilkan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat dan industri sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Sebagian besar kurikulumnya adalah melakukan penelitian. Penelitian tersebut diharapkan dapat menjawab tantangan teknologi yang ada dan menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Untuk mendukung fokus tersebut, Prodi Doktor Fisika menawarkan sejumlah bidang peminatan, antara lain material maju, nanoteknologi, instrumentasi, lingkungan, dan geofisika. Dari sisi sumber daya, Departemen Fisika FMIPA Unpad didukung oleh 17 dosen, enam di antaranya merupakan profesor dan hampir seluruhnya bergelar doktor dari berbagai perguruan tinggi bereputasi di dalam maupun luar negeri. Selain itu, terdapat dua peneliti yang masuk dalam daftar peneliti top 2 persen dunia.
Fasilitas penelitian yang tersedia mencakup Laboratorium Fisika Energi, Laboratorium Fisika Material, dan Laboratorium Fisika Instrumentasi. Mahasiswa juga dapat memanfaatkan fasilitas penelitian melalui kolaborasi dengan Departemen Geofisika, Departemen Teknik Elektro, serta Pusat Unggulan Iptek (PUI) Finder Unpad. Prodi ini juga didukung jaringan kerja sama dengan berbagai institusi nasional maupun internasional, termasuk lembaga penelitian seperti BRIN serta sejumlah universitas di Jepang, Malaysia, Jerman, dan Inggris.
“Lulusan prodi ini diharapkan dapat menggali permasalahan-permasalahan yang dapat diselesaikan dengan ilmu fisika. Kompetensinya, mereka dapat melakukan penelitian secara mandiri untuk menjawab tantangan baik dari industri maupun dari masyarakat,” papar Lusi.
Program Studi Doktor Fisika juga membuka peluang bagi praktisi industri yang ingin meningkatkan kapasitas akademik maupun penelitian. Melalui berbagai kerja sama yang telah terjalin, mahasiswa akan memperoleh kesempatan berkolaborasi dengan mitra industri maupun institusi penelitian di dalam dan luar negeri.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik melanjutkan studi pada Program Studi Doktor Fisika, informasi pendaftaran dapat diakses melalui laman https://smup.unpad.ac.id/. Prodi ini menerima mahasiswa baru pada semester ganjil maupun semester genap setiap tahunnya.
“Kami sangat terbuka untuk berdiskusi. Silakan bisa bertanya apa pun, bisa melalui Instagram Fisika Unpad sebelum memutuskan untuk lanjut studi di Program Studi Doktor Fisika,” pungkasnya.* (R01)
The post Perkuat Pengembangan STEM, Unpad Buka Program Studi Doktor Fisika appeared first on Universitas Padjadjaran.
