Sejumlah Prodi Baru Dibuka, Unpad Perkuat Riset Pascasarjana

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka memperkuat budaya penelitian dan menuju pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia, Universitas Padjadjaran membuka beberapa program studi baru di tingkat pascasarjana dengan melihat kondisi yang dibutuhkan di masyarakat serta kebermanfaatannya di masa kini dan masa mendatang.

Saat ini, Unpad membuka beberapa program studi baru jenjang pascasarjana, terdiri dari Magister (S2) Hubungan Internasional, Magister (S2) Ilmu dan Teknologi Pangan, Doktor (S3) Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan dan Doktor (S3) Fisika.

Di Fakultas Kedokteran, Unpad membuka program studi Spesialis (Sp1) Gizi Klinik, serta Subspesialis (Sp2) Patologi Klinik, Sp2 Dermatologi, Venereologi dan Estetika, Sp2 Ilmu Kesehatan Mata dan Sp2 Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.

“Selaras dengan keinginan menuju pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia maka program pascasarjana diharapkan dapat memberi inovasi-inovasi untuk menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat. Diperlukan riset untuk menghasilkan inovasi tersebut, dan prodi pascasarjana yang dibuka diharapkan bisa turut memperkuat peran unpad sebagai pusat pengetahuan . Prodi yang sudah ada saat ini juga akan semakin diperkuat untuk menuju arah yang sama,” ujar Direktur Akademik Unpad, Prof. Aliya Nur Hasanah, saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor pada Selasa 26 Mei 2026.

Prof. Aliya menjelaskan, untuk prodi Sp1 dan Sp2, pembukaan prodi terkait dengan kebutuhan bidang kesehatan terhadap tingginya beban penyakit . Perkembangan teknologi medis dan kasus penyakit yang semakin kompleks membutuhkan penanganan khusus dari konsultan atau subspesialis tingkat lanjut, sehingga pembukaan prodi Sp1 dan Sp2 menjadi penting.

Program Magister

Lebih lanjut Prof. Aliya memaparkan, Unpad telah menyediakan berbagai program pascasarjana dengan karakteristik khusus yang bisa dipilih calon pendaftar sesuai kebutuhannya masing-masing. Program tersebut antara lain Magister Berbasis Project, Magister  jalur  Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Magister Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Magister melalui jalur Alumni Berprestasi dan Berkinerja, serta Magister Double Degree baik dengan mitra perguruan tinggi di Indonesia maupun dengan perguruan tinggi internasional.

PJJ adalah metode pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan tanpa harus hadir secara langsung di kampus, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti platform e-learning, video conference, dan sistem pembelajaran daring lainnya.

“Capaian pembelajaran Magister PJJ tidak ada perbedaan dengan magister reguler, hanya model pembelajarannya dilakukan melalui jarak jauh. Kualitas pembelajaran dan fasilitasnya setara dengan pembelajaran regular,” jelas Prof. Aliya.

Begitu pula dengan capaian pembelajaran lulusan Magister RPL, dipastikan akan sama dengan magister regular.

“Pada Program RPL, profesional yang sudah punya pengalaman kerja bisa direkognisi menjadi SKS akademik. Jadi meski mungkin berkuliah di Unpad lebih pendek, tetapi karena ada rekognisi terhadap apa yang sudah dilakukan maka capaian pembelajarannya juga setara dengan magister regular,” jelas Prof. Aliya.

Sementara Magister Berbasis Project (MBP) yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Unpad di Jakarta, utamanya diperuntukkan bagi profesional yang saat kuliah proses pembelajarannya menggunakan kasus nyata yang dialami oleh mereka saat bekerja.

Program magister yang juga bisa dipilih adalah double degree, baik dengan mitra perguruan tinggi di Indonesia maupun mitra perguruan tinggi internasional. Program ini menawarkan dua kompetensi  dengan kesamaan sekitar 40% bisa diraih dalam rentang waktu yang sama dengan single degree. Untuk double degree nasional, program studi di Unpad dikombinasikan dengan bidang Teknik Informatika. Contohnya double degree dengan Binus University menawarkan Prodi Digital Technology in Fishery,  Digital Technology in Marine Science, dan Digital Economy, sedangkan double degree dengan Telkom University menawarkan Prodi Cyber Forensics Law.

Informasi detail tentang berbagai program pascasarjana ini, termasuk proses seleksi, prodi yang tersedia, syarat pendaftaran, serta biaya, dapat diakses di laman https://smup.unpad.ac.id/ pada menu “Pascasarjana”. Pendaftaran beberapa program pascasarjana masih dibuka hingga 13 Juli 2026.

Beasiswa

Untuk mendukung pembiayaan mahasiswa program pascasarjana, Unpad menyediakan sejumlah beasiswa yang bisa dimanfaatkan oleh calon pendaftar, yaitu Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran (BUPP) bagi pendaftar fast track S2-S3, Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran (BPDP) bagi pendaftar S3, Beasiswa Guruku bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, serta Unpad ASEAN Scholarship (UAS) bagi WNA di negara-negara ASEAN termasuk Timor Leste.

Di luar itu, ada pula beasiswa dari pemerintah seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), serta The Indonesian AID Scholarship (TIAS), Kemitraan Negara Berkembang (KNB) untuk mahasiswa internasional dari negara-negara berkembang.

“Unpad juga terbuka untuk kelas kerja sama. Jika ada lembaga yang bermaksud menyekolahkan stafnya, bisa dalam bentuk kelas kerjasama dengan added value adanya layanan tambahan sesuai resources Unpad yang dilakukan menyesuaikan dengan kebutuhan lembaga tersebut,” ujar Prof. Aliya.*

The post Sejumlah Prodi Baru Dibuka, Unpad Perkuat Riset Pascasarjana appeared first on Universitas Padjadjaran.