
[Kanal Media Unpad] Pelaksanaan hari ketiga Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026 di Universitas Padjadjaran pada Kamis, 23 April 2026, berlangsung lancar dan tertib. Meskipun terdapat satu peserta yang mengalami cedera, Unpad tetap memastikan hak peserta terpenuhi dengan menyediakan ruang khusus agar yang bersangkutan tetap dapat mengikuti ujian dengan nyaman.
“Hari ini ada peserta yang tidak dapat masuk dengan regular, bukan disabilitas tetapi karena memang kecelakaan. Kami (Unpad) fasilitasi dengan melaksanakannya di tempat khusus, namun tetap dengan pengawasan yang ketat,” jelas Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Peserta tersebut bernama Muhammad Nabil Rifqi yang berasal dari Semarang. Beberapa hari sebelumnya, Nabil Rifqi mengalami kecelakaan sehingga harus menggunakan kruk untuk beraktivitas. Melihat kondisi tersebut, orang tua Nabil Rifqi segera menghubungi pihak Unpad untuk melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan ujian.
“Alhamdulillah, saya cukup terbantu dengan fasilitas yang ditawarkan. Awalnya ruangan saya berada di lantai tiga, kemudian dipindahkan dan difasilitasi di lantai satu agar lebih mudah diakses,” ujar Nabil Rifqi dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad.
Pada pelaksanaan tahun ini, terdapat empat peserta disabilitas yang mengikuti UTBK di Unpad pada hari pertama, terdiri dari dua peserta teman Tuli dan dua peserta disabilitas fisik. Untuk mendukung kelancaran ujian, Unit Layanan Disabilitas Unpad menyediakan pendampingan Juru Bahasa Isyarat (JBI) bagi peserta teman Tuli serta fasilitas penunjang yang ramah disabilitas (barrier-free). Penyediaan fasilitas ini merupakan salah satu bentuk komitmen Unpad mewujudkan pendidikan inklusif.
“Selama pelaksanaan UTBK, saya bisa memahami arahan dengan bantuan JBI,” ujar Nindira Aulia, salah satu peserta UTBK yang mengaku terbantu dengan kehadiran JBI di Unpad.
Sementara Bilqis Dwi Purnamas, peserta disabilitas fisik, mengaku sangat terbantu dengan layanan yang disediakan panitia UTBK di Unpad. “Pihak Unpad menanyakan apakah saya menggunakan kursi roda atau alat bantu lainnya, artinya mereka siap memberikan bantuan. Sejauh ini saya merasa cukup terbantu dengan seluruh prosesnya,” ujar Bilqis.
Rektor Tinjau Pelaksanaan
Pada hari yang sama, Rektor Unpad turut melakukan peninjauan pelaksanaan UTBK yang bertempat di Gedung Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS). Peninjauan tersebut didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan, bersama Koordinator Pelaksana UTBK Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., serta Koordinator TIK Pusat UTBK Unpad 2026, Rafly Chalil, S.Si.
“Syukur Alhamdulillah, tahun ini berjalan lebih baik. Mudah-mudahan akan terus baik sampai berakhirnya pelaksanaan ujian,” ujar Rektor Unpad
Lebih lanjut, Rektor Unpad menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi kecurangan dalam pelaksanaan UTBK. Ia menegaskan, potensi kecurangan dapat diantisipasi dengan baik karena Unpad telah memanfaatkan teknologi yang lebih canggih, seperti sistem pengenalan berbasis kecerdasan buatan (artificial recognition).
“Kami sudah menggunakan teknologi yang lebih baik sehingga memudahkan untuk melakukan deteksi sejak awal. Selain itu, kerja sama dengan panitia pusat juga semakin baik, sehingga mitigasi terhadap potensi kecurangan dapat dilakukan dengan lebih optimal,” kata Rektor.
Pelaksanaan UTBK di Unpad dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 25 April 2026. Unpad berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelaksanaan ujian agar tetap kondusif dan bebas dari kecurangan hingga hari terakhir.* (R01)



(Foto-foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)*
The post Peserta Cedera dan Disabilitas Tetap Nyaman Ikuti UTBK SNBT 2026 di Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.
