
[Kanal Media Unpad] Antusiasme peserta pada hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026 di Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor terlihat tinggi sejak dini hari, bahkan sebagian peserta telah datang sejak subuh sebelum ujian dimulai. Dari total 6.632 peserta terdaftar, sebanyak 1.350 peserta dijadwalkan mengikuti ujian pada hari pertama pada Selasa, 21 April 2026, dengan 46 peserta tercatat tidak hadir, 34 orang pada sesi pagi dan 12 orang pada sesi siang.
“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya hampir selalu ada peserta yang terlambat, tahun ini sudah tidak ada lagi keterlambatan. Kami juga berhasil meminimalisir kekurangan dokumen peserta,” papar Koordinator UTBK Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, SS., MA., Ph.D. dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Selasa, 21 April 2026.
Tahun ini, jumlah peserta UTBK di Unpad mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun terjadi peningkatan pada sarana dan prasarana. Penurunan ini dipengaruhi oleh perubahan sistem pemilihan lokasi ujian, di mana peserta kini hanya memilih kabupaten/kota, bukan langsung perguruan tinggi.
“Bisa jadi peserta yang sebelumnya memilih Unpad karena lokasinya lebih dekat ke Bandung Timur, merasa khawatir jika memilih Kabupaten Sumedang akan terdistribusi ke PTN lain di Sumedang yang jaraknya lebih jauh,” kata Inu.
Sejak tahun lalu (Baca: Tidak Ada Peserta Terlambat Datang, Pelaksanaan Hari Pertama UTBK di Unpad Berjalan Lancar), Unpad telah mengintensifkan upaya sosialisasi kepada peserta UTBK dengan mengirimkan WA Blast secara berkala mulai H-2 hingga H-1 pelaksanaan ujian. Selain itu, Unpad juga aktif menyampaikan informasi teknis melalui kanal media sosial resmi Kanal Media Unpad (YouTube, TikTok dan Instagram), guna memastikan peserta memahami dengan baik seluruh ketentuan dan persiapan yang diperlukan.
Unpad juga memastikan kesiapan infrastruktur UTBK dengan mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana sejak jauh hari, termasuk pengecekan PC client sesuai standard pusat, kelayakan ruangan, hingga akses bagi peserta disabilitas. Unpad menyiagakan 38 teknisi ruang untuk 25 ruangan serta dukungan kelistrikan dari petugas PLN dan lima genset di berbagai titik, sehingga potensi gangguan teknis dapat diantisipasi dengan baik.
“Sejak awal, kami (Unpad) sudah mempersiapkan semua sarana perasaan dan pendukung ujian, sehingga (sejauh ini) tidak terjadi kendala teknis di lapangan,” papar Inu.
Pada hari pertama, terdapat empat peserta disabilitas yang mengikuti UTBK di Unpad. Untuk mendukung kelancaran ujian, Unpad menempatkan peserta di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang memiliki fasilitas ramah disabilitas (barrier-free) serta menyediakan pendampingan Juru Bahasa Isyarat (JBI). Kanal Media Unpad turut mewawancarai dua peserta, yakni peserta dengan disabilitas fisik Bilqis Dwi Purnamas dan peserta yang merupakan teman Tuli, Nindira Aulia Putri.
“Pihak Unpad menanyakan apakah saya menggunakan kursi roda atau alat bantu lainnya, artinya mereka siap memberikan bantuan. Sejauh ini saya merasa cukup terbantu dengan seluruh prosesnya,” ujar Bilqis yang juga mengatakan bahwa Unpad kampus impiannya.
Sementara Nindira Aulia mengaku terbantu dengan kehadiran JBI dan berharap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri setelah mengikuti UTBK di Unpad.
“Selama pelaksanaan UTBK, saya bisa memahami arahan dengan bantuan JBI,” ujar Nindira Aulia.
Cegah Kecurangan
Didasarkan pada temuan tahun lalu (Baca: Salah Satu Terduga Joki Terdaftar Mengikuti UTBK di Unpad) , di mana lebih dari 90 persen kasus perjokian melibatkan peserta yang mendaftar ke program studi kedokteran, tim SNPMB Pusat mendorong penerapan strategi khusus. Unpad mengelompokkan mayoritas peserta program studi kedokteran pada sesi 1 dan sesi 2 guna memperketat pengawasan. Jika terindikasi kecurangan, peserta diizinkan menyelesaikan ujian, lalu diverifikasi. Apabila terbukti, akan diminta menandatangani berita acara serta dilaporkan ke Panitia Pusat.
“Bagi peserta yang dilaporkan melakukan kecurangan, hasil ujiannya tidak akan di-scoring sehingga yang bersangkutan tidak akan memperoleh sertifikat UTBK,” kata Inu.
Inu berharap pelaksanaan UTBK di Unpad dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis yang mengganggu konsentrasi dan kenyamanan peserta. Selain itu, Ia juga mengimbau sivitas akademika untuk memahami kondisi selama pelaksanaan ujian, mengingat adanya potensi interaksi dengan aktivitas kampus sehari-hari, serta turut menjaga suasana kondusif.* (R01)









(Foto-foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)
The post Hari Pertama UTBK-SNBT 2026 di Unpad, Tidak Ada Peserta Datang Terlambat appeared first on Universitas Padjadjaran.
