Unpad Kembangkan Pendidikan dan Kolaborasi Antarprofesi dalam Sistem Kesehatan Akademik

[Kanal Media Unpad] Pusat Pengembangan dan Implementasi Academic Health System (PPI AHS) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan workshop penguatan strategi implementasi Interprofessional Education dan Interprofessional Collaboration (IPE/IPC) pada tahap pendidikan profesi di UTC Dago Hotel Bandung pada 24 Februari 2026.

IPE/IPC merupakan model pembelajaran kolaboratif lintas profesi kesehatan yang dikembangkan dalam kerangka Academic Health System (AHS), yaitu sistem yang menyatukan pendidikan, pelayanan, dan riset kesehatan secara terintegrasi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat integrasi pendidikan, layanan, dan riset kesehatan, sekaligus mendukung transformasi sistem kesehatan yang menekankan pelayanan kolaboratif dan berkesinambungan.

Sebagai perguruan tinggi dengan ekosistem pendidikan dan wahana pendidikan yang terintegrasi, Unpad terus mengembangkan pendekatan kolaboratif lintas profesi untuk menjawab tantangan sistem kesehatan yang semakin kompleks. Implementasi IPE/IPC pada tahap pendidikan profesi dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun budaya kerja tim sejak proses pembelajaran klinik, sehingga lulusan tenaga kesehatan siap bekerja dalam sistem layanan yang terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

PPI AHS Universitas Padjadjaran merupakan salah satu Pusat Unggulan di Universitas Padjadjaran yang diketuai oleh Prof. Dr. Meita Dhamayanti, dr., Sp.A., Subsp.TKPS., MKes., salah satu kegiatannya adalah pengembangan model integrasi pendidikan, pelayanan, dan riset kesehatan berbasis Academic Health System. Workshop ini menjadi bagian dari roadmap penguatan implementasi IPE/IPC pada pendidikan profesi sebagai fondasi model layanan kesehatan kolaboratif dalam kerangka AHS Unpad.

Workshop menghadirkan wakil dekan bidang pembelajaran, kemahasiswaan dan riset dan riset, ketua program studi profesi dan dosen dari 6 fakultas/sekolah dalam rumpun ilmu kesehatan (Kedokteran, Kedokteran gigi, Keperawatan, Kebidanan, Psikologi dan Farmasi). Peserta lainnya adalah praktisi layanan kesehatan serta mitra Rumah Sakit Pendidikan. Narasumber pada kegiatan ini antara lain Prof. Hartiah Haroen, S.Kp.,MN, M.Kes, Ph.D dari Fakultas Keperawatan dan dr. Dwi Agustian, MPH, Ph.D dari Fakultas Kedokteran. Implementasi IPE/IPC dibahas melalui diskusi kelompok, pemetaan strategi, serta sesi perencanaan implementasi kontekstual pada pendidikan profesi yang disesuaikan dengan karakteristik wahana praktik.

“IPE dan IPC merupakan fondasi penting dalam membangun sistem layanan kesehatan yang terintegrasi. Penguatan pendidikan kolaboratif menjadi bagian dari komitmen Unpad dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang adaptif terhadap transformasi sistem kesehatan nasional,” ujar Prof. Meita.

Sementara itu, Prof. Hartiah menekankan bahwa implementasi IPE/IPC tidak hanya berfokus pada penguatan kurikulum, tetapi juga pada perubahan budaya kerja tim agar koordinasi pelayanan menjadi lebih efektif dan berpusat pada pasien. Menurutnya, keberhasilan kolaborasi tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga oleh kemampuan bekerja dalam sistem interprofesional yang saling menghargai peran dan tanggung jawab masing-masing.

Melalui workshop ini, PPI AHS Universitas Padjadjaran menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat model pendidikan kolaboratif sebagai bagian dari pengembangan Academic Health System. Inisiatif ini diharapkan berkontribusi pada penguatan tata kelola layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.* (Rilis oleh: PPI AHS Unpad)

The post Unpad Kembangkan Pendidikan dan Kolaborasi Antarprofesi dalam Sistem Kesehatan Akademik appeared first on Universitas Padjadjaran.