Wisuda Unpad: Rektor Ajak Lulusan Menjawab Tantangan Global dengan Ilmu dan Integritas

[Kanal Media Unpad] Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada di atas 5 persen, tekanan global turut dirasakan di berbagai sektor. Berbagai risiko sebenarnya dapat dipetakan melalui data dan kajian ilmiah, namun tantangan utama terletak pada keberanian mengambil langkah sebelum situasi menjadi darurat. Karena itu, lulusan Unpad dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan mengambil keputusan dan bertindak di tengah ketidakpastian.

Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam pidatonya ketika melantik 2.294 wisudawan pada Upacara Wisuda Lulusan Gelombang IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan secara hybrid dari Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada 4-6 Agustus 2026.

“Pertama, janganlah berhenti belajar. Yang paling berharga dari masa kuliah bukan isi kepala saudara, melainkan kebiasaan mengisinya. Kedua, jaga terus integritas. Reputasi dibangun bertahun-tahun dan bisa habis hanya dalam satu keputusan. Terakhir, jangan menunggu menjadi orang besar untuk menjadi berguna. Pengabdian sering dibayangkan sebagai sesuatu yang megah, padahal kenyataannya lebih sederhana,” ujar Rektor.

Rektor mengajak para wisudawan untuk menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang telah berkorban dan mendukung selama menempuh pendidikan. Apresiasi juga ditujukan kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang mendampingi proses belajar mahasiswa. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menghargai kehadiran sahabat yang memberikan dukungan di berbagai masa sulit selama perkuliahan.

“Ketika melangkah keluar dari kampus ini, bawalah nama Unpad dengan kebanggaan yang rendah hati. Tunjukkan bahwa lulusan Unpad unggul dalam karya, inklusif dalam sikap, dan berdampak bagi masyarakat,” ungkap Rektor.

Pada kesempatan tersebut, Rektor turut menyampaikan apresiasi secara khusus kepada sejumlah wisudawan, yaitu:

1. Wisudawan terbaik Program Doktor diraih oleh Mohammed Adel Mohammed Al-Faqeeh dari Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi yang juga merupakan penerima Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran. Ia telah memublikasikan 14 artikel ilmiah pada jurnal nasional dan internasional, yang terdiri atas 7 artikel pada jurnal terindeks Scopus Q1, 6 artikel pada jurnal Scopus Q2, dan 1 artikel pada jurnal terindeks SINTA 2.

2. Wisudawan terbaik Program Subspesialis diraih oleh Restu Ratnaningsih dari Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran. Ia telah memublikasikan empat artikel ilmiah pada berbagai jurnal nasional dan internasional, Selain itu, ia aktif mempresentasikan hasil penelitiannya pada berbagai forum ilmiah nasional dan internasional.

3. Wisudawan terbaik Program Magister diraih oleh Diemas Arya Komara dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi. Ia telah memublikasikan 11 artikel ilmiah pada jurnal nasional dan internasional, terdiri atas 3 artikel di jurnal SINTA 2, 6 artikel di jurnal SINTA 3, serta 2 artikel pada jurnal ber-ISSN. Selain itu, Diemas telah mencatatkan 547 sitasi di Google Scholar.

4. Wisudawan terbaik Program Spesialis diraih oleh Tazkia Munasyifa dari Program Studi Radiologi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi. Ia memublikasikan dua artikel ilmiah pada jurnal terindeks SINTA 2 dan 4 serta meraih sejumlah prestasi nasional.

5. Wisudawan terbaik Program Profesi diraih oleh Muhammad Ardi Ramadhan dari Program Profesi Insinyur, Sekolah Pascasarjana, yang menyelesaikan studinya dengan IPK 4,00

6. Wisudawan terbaik Program Sarjana diraih oleh Ellita Sevilla dari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Ia telah menulis artikel ilmiah terindeks Scopus Q1 yang sedang dalam proses publikasi. Ia juga merupakan pendiri usaha Ellpastries serta meraih prestasi nasional dan penerima Erasmus+ Scholarship di Jerman.

7. Wisudawan terbaik Program Sarjana Terapan diraih oleh Yeni Setiyowati dari Program Studi Administrasi Keuangan Publik, Sekolah Vokasi. Ia menghasilkan satu artikel ilmiah terindeks SINTA 3, meraih sejumlah prestasi akademik dan internasional, serta penerima Erasmus+ Scholarship di Jerman.

Apresiasi khusus diberikan kepada wisudawan paling senior secara usia, yaitu Omay Chusmayadi dari Program Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, yang menyelesaikan studinya pada usia 65 tahun 2 bulan 8 hari. Selain itu, apresiasi khusus juga diberikan kepada wisudawan termuda, yaitu Ratu Intan Assyifa dari Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, yang lulus pada usia 19 tahun 3 bulan 10 hari.

Hadir pada sesi pertama wisuda, Direktur Pengembangan Usaha Perum Jasa Tirta II, Dikdik Permadi Yoffana, MBA. Dalam sambutannya sebagai perwakilan Ikatan Alumni (IKA) Unpad, Dikdik mengingatkan para wisudawan bahwa nama baik seseorang sering kali mendahului dirinya. Menurutnya, orang mungkin akan melupakan berbagai prestasi yang pernah diraih, tetapi akan selalu mengingat apakah seseorang memberikan manfaat bagi orang lain.

“Sebelum mengejar kesuksesan, satu pesan, bangunlah reputasi diri sendiri,” pesan Dikdik.* (R01)

The post Wisuda Unpad: Rektor Ajak Lulusan Menjawab Tantangan Global dengan Ilmu dan Integritas appeared first on Universitas Padjadjaran.